Seorang whale memilih jalur sunyi untuk kembali menambah simpanannya. Wallet anonim berkode 0x8c58 membeli 10.000 ETH senilai $19,1 juta hari ini, 6 Agustus. Mereka tidak membelinya di bursa terbuka, melainkan lewat jalur OTC (over-the-counter), sebuah cara lazim bagi pemain besar untuk menukar aset tanpa merusak harga pasar.
Aksi borong ini melengkapi langkah mereka sebelumnya. Dua minggu lalu, dompet yang sama membeli 27.000 ETH dengan nilai $52,03 juta. Jika dihitung utuh, whale ini sudah mengumpulkan 37.000 ETH dalam empat belas hari. Total uang yang mereka keluarkan untuk manuver ini mencapai $71 juta.
Beda Ukuran Dompet, Beda Arah Gerak
Langkah wallet 0x8c58 sejalan dengan pergeseran di tingkat makro. Data terbaru CryptoQuant yang dikutip CoinDesk memperlihatkan kelompok pemegang ETH kelas berat sedang giat menyerap suplai. Wallet dengan saldo 10.000 hingga 100.000 ETH terus berisi penuh dari 14 juta ETH pada pertengahan 2025, hingga menembus rekor tertinggi 19,6 juta ETH saat ini.
Tren ini juga terlihat di kelompok dompet yang lebih tebal. Para pemegang ETH di atas 100.000 keping sempat melihat saldo kolektif mereka turun ke level 2,6 juta ETH pada pertengahan 2025. Angka ini kembali naik menyentuh 4,6 juta ETH pada Mei 2026. Ada 1,8 juta ETH baru yang masuk ke kantong mereka dalam kurun waktu kurang dari setahun.
Tapi pola ini tidak menular ke kelompok di bawahnya. Dompet kelas menengah yang berisi 1.000 hingga 10.000 ETH justru mengambil jalan sebaliknya. Sempat memegang 15,6 juta ETH pada Januari 2026, jumlah simpanan kelompok ini sekarang menyusut ke 12,9 juta ETH. Pemilik dompet lapis kedua ini tampaknya memilih keluar, dan koin mereka berbalik ditampung oleh para whale besar.
Sinyal Kapitulasi yang Paling Dicari
Alasan di balik akumulasi ini mulai terjawab di data metrik. Laporan CryptoQuant mencatat Ethereum kini menempati posisi unik di antara tiga aset kripto utama - Bitcoin, Ethereum, dan XRP. ETH menjadi satu-satunya aset di mana para pemegangnya sudah menelan rugi agregat. Harga pasar Ethereum saat ini jatuh ke bawah level realized value, alias harga beli rata-rata seluruh koin yang beredar.
Kondisi ini memicu munculnya sinyal kapitulasi. Situasi di mana pasar menelan kerugian agregat membuat ETH dipandang punya kasus valuasi paling menarik bagi investor dengan dana besar. Posisi harga di bawah nilai wajar ini pernah terjadi sebelumnya. Pada awal tahun 2025, ETH menyentuh level tekanan serupa sebelum akhirnya memantul naik.
📌 Baca JugaInstitusi Besar Sibuk Jual Kripto - Whale Ini Malah Tarik $208 Juta Ethereum dari Gemini
Sementara dompet anonim sibuk membeli, ada aktivitas yang datang dari entitas resmi. Wallet hibah milik Ethereum Foundation ikut memindahkan dana. Mereka menyetorkan 2.675 ETH ke bursa Kraken, langkah yang biasa dipakai untuk menutup biaya operasional. Mereka juga memindahkan 578,38 ETH bernilai $1,08 juta ke wallet Gnosis Safe Proxy yang baru.
Perputaran uang dalam jumlah besar lewat jalur belakang sering jadi petunjuk awal soal arah angin pasar. Ketika harga turun dan pemilik modal menengah mulai menyerah melepas posisi, whale besar justru tidak ragu masuk arena. Bagi investor ritel, data dari dompet anonim ini setidaknya memberi peta untuk tidak terburu-buru menjual rugi aset mereka sendiri.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




