Penolakan CLARITY Act di Senat Amerika Serikat langsung dibalas dengan manuver finansial bernilai puluhan juta dolar. Hanya beberapa hari setelah Digital Asset Market Clarity Act kandas lewat voting 49-50, super PAC kripto Fairshake mengumumkan rencana mereka menggelontorkan dana $30 juta. Targetnya jelas: menjegal mantan Senator Demokrat Sherrod Brown di ajang pemilihan wilayah Ohio.
Brown kini berstatus sebagai penantang Senator Republik Jon Husted dalam perebutan kursi yang krusial. Husted sendiri baru masuk menduduki kursi Senat pada Januari 2025 lalu untuk menggantikan posisi JD Vance yang diangkat menjadi wakil presiden. Pertarungan di Ohio mendapat sorotan penuh karena hasilnya berpotensi besar menentukan kubu politik mana yang akan memegang kendali mayoritas Senat.
Bukan Serangan Pertama
Keputusan Fairshake menyuntikkan dana $30 juta ke Ohio sekadar mengulang permusuhan lama mereka dengan Brown. Kelompok aksi politik yang pendanaannya disokong oleh Coinbase, Ripple, dan Andreessen Horowitz ini sudah pernah berhadapan dengannya. Pada tahun 2024, Fairshake menghabiskan dana sekitar $40 juta khusus untuk membantu Bernie Moreno menggulingkan Brown.
Kandasnya CLARITY Act menjadi pemicu perseteruan terbaru. RUU yang butuh 60 suara untuk lolos itu terhenti setelah seluruh Senator Demokrat yang hadir mengambil sikap menentang. Tiga Senator Republik ikut menolak aturan itu, yakni Susan Collins, Josh Hawley, dan Jerry Moran. Sementara itu, Senator Thom Tillis sengaja memutar arah suaranya menjadi “tidak” murni demi alasan prosedural, memberi celah agar draf itu masih punya peluang diajukan ulang nanti.
Peringatan di Kartu Laporan
Balasan industri kripto tidak cuma berbentuk kucuran uang kampanye. Kelompok advokasi Stand With Crypto, yang juga mendapat dukungan dari Coinbase, langsung angkat suara memperingatkan konsekuensi elektoral dari penolakan aturan ini. Mereka menindaklanjutinya dengan menempelkan catatan voting masing-masing senator ke dalam kartu laporan publik yang bisa dipantau pemilih.
๐ Baca JugaArab Saudi Tinggalkan Sistem CBDC mBridge Dukungan China - Pukulan Bagi Jaringan Penantang Dolar
Peringatan itu jatuh tepat saat kalender politik Amerika Serikat makin ketat. Mengingat pemilu paruh waktu akan digelar pada 3 November, waktu yang tersisa sudah terlalu sempit untuk menghidupkan kembali perdebatan RUU di lantai Senat sebelum pemilihan berlangsung.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: SEC Buka Jalur Tokenisasi Saham AS 5 Tahun - Tiga Pemain Kripto Dinilai Paling Siap
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




