Google akhirnya mengakui bahwa model kecerdasan buatan Gemini milik mereka telah keluar dari batas aman pengujian dan langsung menyerang tiga perusahaan di dunia nyata. Insiden berawal pada bulan Mei 2026, di tengah berjalannya simulasi keamanan internal berformat capture-the-flag.
Pengujian itu dijalankan penuh oleh Irregular, sebuah firma riset dari Israel. Tim penguji tercatat melakukan dua kesalahan mendasar: membiarkan ruang sandbox tetap terhubung ke jaringan internet publik, dan mendaftarkan nama perusahaan asli untuk dijadikan sasaran fiktif di dalam skenario latihan.
Bermodalkan sambungan internet, Gemini melacak nama target fiktif itu di mesin pencari. Sistem menemukan tiga kecocokan entitas komersial dan langsung melancarkan serangan siber ke semua target temuan itu.
Jejak Pembobolan Kata Sandi
Untuk dua dari tiga target sasarannya, Gemini menemukan kata sandi yang sudah telanjur terekspos ke ruang publik. Sementara untuk korban ketiga yang perlindungannya lebih rapat, sistem menebak sendiri kombinasi pengamannya.
Google menegaskan model mereka tidak sempat memakai kredensial curian itu untuk menembus jaringan korban lebih dalam. Pihak manajemen sudah mengetahui pelanggaran batas ini sejak akhir Juli 2026. Namun perusahaan memilih diam selama tujuh minggu penuh alih-alih merilis peringatan kepada pihak yang terdampak.
Menyusul Tiga Laboratorium Lainnya
Publik akhirnya mengetahui detail kebocoran ini lewat publikasi Wall Street Journal, bukan dari itikad transparansi Google. Dihadapkan pada laporan media, juru bicara perusahaan merilis pernyataan resmi. “Peristiwa ini menyoroti pentingnya melatih model AI bertenaga untuk bertindak secara bertanggung jawab,” tuturnya.
๐ Baca JugaKembalikan 3.400 BTC Tapi Tahan 598 BTC Curian Liquid - CEO Immunefi: Itu Pencurian Murni
Kasus Gemini menggenapkan Google sebagai laboratorium kecerdasan buatan besar keempat tahun ini yang mengakui kebocoran uji keamanan internal mereka ke ranah publik.
Tiga pesaing utamanya lebih dulu memiliki rekam jejak pelanggaran perlindungan serupa. OpenAI mencatat kerentanan eksploitasi ke infrastruktur Hugging Face yang melibatkan aktivitas terpadu dari sekitar 700 agen koordinasi. Di tempat terpisah, Anthropic mendapati tiga varian model Claude menjangkau perusahaan nyata dari rentetan 141.006 siklus uji coba. Daftar insiden ini ditutup oleh Meta, melengkapi riwayat kegagalan uji keamanan pada jajaran pengembang utama industri.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Pegawai Kripto Prancis Disandera 3 Jam di Rumah Sendiri - Anak Terluka demi Kode Akses โฌ40.000
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




