Citadel Securities, salah satu market maker terbesar di Wall Street, baru saja menuangkan $400 juta ke bursa kripto Crypto.com. Langkah itu langsung mengerek valuasi bursa asal Singapura tersebut ke angka $20 miliar - dan yang membuatnya bersejarah, ini adalah pendanaan institusional pertama yang pernah diterima Crypto.com sejak berdiri satu dekade lalu pada 2016.
Untuk bursa yang selama sepuluh tahun tumbuh tanpa suntikan modal institusi besar, kehadiran nama sebesar Citadel di daftar investornya bukan sekadar tambahan dana. Ini semacam stempel legitimasi dari jantung keuangan tradisional.
Kenapa $400 Juta Ini Terasa Berbeda
Yang membuat kesepakatan ini menarik bukan hanya nominalnya, tapi siapa yang menandatanganinya. Citadel sempat terlibat sengketa hukum multi-tahun yang berkaitan dengan kripto, perkara yang baru-baru ini mereka tinggalkan untuk fokus ke urusan lain. Artinya, investasi ini sekaligus menandai pergeseran sikap: dari firma yang dulu berseteru di ranah hukum menjadi penanam modal strategis di salah satu bursa kripto global.
Bagi Crypto.com sendiri, menembus valuasi $20 miliar tanpa pernah menerima pendanaan institusional selama sepuluh tahun menunjukkan bahwa pertumbuhannya selama ini bertumpu pada arus kas dan basis pengguna, bukan kucuran modal ventura. Suntikan Citadel datang saat bursa itu justru sedang dalam posisi kuat, bukan kepepet.
Uang Itu Mau Dipakai untuk Apa
Crypto.com menyatakan dana ini akan mempercepat ekspansinya ke sekuritas tokenized, derivatif, dan kelas aset lain. Ambisinya adalah membangun infrastruktur trading 24 jam yang menjembatani pasar tradisional dan digital, ditambah produk baru di area prediction market dan aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA).
CEO sekaligus co-founder Crypto.com, Kris Marszalek, tak menyembunyikan besarnya taruhan yang ia lihat di depan mata. “The size of the opportunity in front of us is staggering, as crypto increasingly becomes the rails for finance,” ujarnya. Terjemahan bebasnya: kripto sedang berubah dari aset spekulatif menjadi rel tempat keuangan modern berjalan.
📌 Baca JugaRaksasa Jepang SBI Diam-diam Kuasai Bursa Kripto Singapura - Ini Peta ‘Kerajaan Aset Digital’ yang Sedang Dibangunnya
Sinyal Bahwa Wall Street Makin Serius
Kesepakatan ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Menurut riset EY, sejak ETF Bitcoin spot diluncurkan pada Januari 2024, firma-firma Wall Street makin agresif masuk ke trading aset digital, tokenisasi, dan kustodian. Investasi Citadel adalah babak terbaru dari tren itu.
Momentumnya juga tercermin di angka pasar. Pada Juni, volume trading bursa terpusat (CEX) naik untuk pertama kalinya dalam lima bulan: volume spot melonjak 15,3% menjadi $1,11 triliun, sementara volume perpetual RWA mencetak rekor $311 miliar. Kabar suntikan Citadel pun langsung viral di X, tempat akun WatcherGuru yang punya 4,4 juta pengikut meraup 1.718 likes hanya dalam waktu singkat setelah mem-posting berita ini.
Pertanyaan yang tersisa bukan lagi apakah uang institusi akan masuk ke kripto, melainkan seberapa cepat dan lewat pintu mana. Ketika market maker sekelas Citadel memilih menaruh $400 juta di sebuah bursa, sinyalnya jelas: garis pemisah antara Wall Street dan dunia aset digital makin tipis, dan sepertinya tak akan kembali tebal.
Dilansir dari CoinDesk.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




