Bursa saham mungkin cemas, tapi uang institusi mengalir deras ke kripto. Sepanjang lima hari perdagangan terakhir, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat menyedot arus masuk sebesar $854 juta. Angka ini menandai periode mingguan terbaik sejak bulan April, mematahkan tren stagnan yang membayangi pasar berminggu-minggu.
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menempatkan capaian ini sebagai minggu terkuat ketiga sejak bulan Oktober tahun lalu. Menariknya, aliran dana segar masuk setiap hari bertepatan dengan momen insiden eksploitasi dompet Coldcard yang menguras aset sejumlah pengguna. Sementara dompet keras kebobolan, pintu masuk institusi lewat ETF justru terbuka makin lebar.
Imbas Data Pekerjaan yang Meleset Jauh
Katalis utama di balik pergeseran dana ini datang dari sektor riil Amerika Serikat. Sepanjang bulan Juli, ekonomi negara itu justru kehilangan 23.000 lapangan kerja. Laporan ini meleset drastis dari ekspektasi awal para ekonom yang memproyeksikan penambahan 80.000 hingga 95.000 pekerjaan. Hasil hitungan ini menjadi data tenaga kerja terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Tersendatnya data tenaga kerja langsung memangkas proyeksi kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan alat pelacakan CME FedWatch, probabilitas bank sentral menaikkan suku bunga pada bulan September anjlok dari 67% menjadi 42%, sebelum naik tipis ke level 46% pada hari Senin. Menurunnya ancaman suku bunga tinggi memancing modal masuk kembali ke aset berisiko. Bukan hanya Bitcoin, ETF Ethereum ikut mencatat arus masuk yang lebih tebal jika dihitung proporsional terhadap kapitalisasi pasarnya.
Arah Harga Masih Tertahan
Meski data aliran uang terlihat meyakinkan, grafik harga belum mengonfirmasi tren naik. Pagi ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran $65.100, hanya mencatat kenaikan 0,4%. Dari sudut pandang teknikal, aset ini masih terperangkap dalam pola “death cross” - kondisi di mana rata-rata pergerakan harga 50 hari meluncur ke bawah garis 200 hari.
Data CoinShares menunjukkan adanya akumulasi oleh kelompok “whale” selama tiga minggu berturut-turut. Namun, para analis membaca situasi ini dengan kacamata berbeda. Tim Sun dari HashKey menilai masuknya dana ETF bukan sinyal pembalikan tren pasar. Ia menganggap fenomena ini lebih didorong oleh aktivitas penyeimbangan ulang portofolio manajer investasi dan basis trading.
📌 Baca JugaStrategy Jual Lagi 1.690 Bitcoin di Bawah Harga Modal - Semuanya Berakhir Jadi Saham STRC
Pandangan berbeda datang dari analis CoinShares, James Butterfill. Ia menyakini siklus harga terendah kemungkinan besar sudah terlewati. Namun, ia juga mengingatkan investor bahwa hal ini bukan jaminan harga akan langsung reli kencang. Ia memprediksi pergerakan Bitcoin masih akan tertahan di rentang harga saat ini selama dua hingga tiga bulan ke depan, dengan lintasan perlahan menuju angka $80.000.
Bagi pedagang harian, uang masuk dari Wall Street menjadi bantalan di tengah ketidakpastian makroekonomi. Namun selama indikator teknikal belum berubah arah, arus institusional besar sekalipun belum tentu langsung mengangkat harga eceran esok hari.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




