Strategy kembali melepas 1.690 BTC senilai $108,6 juta pada periode perdagangan 3 hingga 9 Agustus 2026. Penjualan ini dieksekusi pada harga rata-rata $64.262 per keping, posisi yang memaksa mereka melepas aset di bawah rata-rata harga beli portofolio perusahaan yang berada di $75.385 per BTC. Laporan formulir 8-K kepada SEC yang telah dikonfirmasi oleh publikasi Cointelegraph dan Decrypt mengungkap satu tujuan tunggal dari transaksi ini: seluruh uang hasil penjualan dipakai untuk membeli kembali 1,15 juta lembar saham STRC.
Kabar ini menyebar cepat di komunitas, ditandai dengan cuitan akun @WatcherGuru di platform X yang viral hingga meraup lebih dari 2.241 likes. Di balik angka penjualan kasat mata ini, ada tekanan kewajiban rutin yang terus menumpuk di pundak perusahaan.
Tekanan Dividen dan Timbunan Dolar
Saham preferen STRC yang diborong balik ini memiliki fitur dividen bulanan variabel. Instrumen inilah yang membebani struktur kas perusahaan. Kewajiban dividen tahunan Strategy saat ini menyentuh angka $1,76 miliar. Beban keuangan inilah yang menjadi alasan mereka menekan tombol jual Bitcoin tahun ini. Transaksi awal Agustus ini merupakan kali keempat perusahaan pimpinan Michael Saylor itu menjual BTC di tahun 2026, membawa total penjualan sepanjang tahun ini naik ke angka 6.948 BTC.
Strategi operasional mereka jelas bergeser dari akumulasi agresif kripto menuju penumpukan uang tunai murni. Rekam jejak memperlihatkan Strategy belum menambah keping Bitcoin baru ke dalam brankas mereka sejak bulan Juni 2026. Perusahaan justru menaruh fokus pada cadangan dolar yang kini menembus $4,65 miliar, naik dari posisi minggu lalu yang berdiam di kisaran $4 miliar. Tambahan likuiditas ini sebagian besar datang dari penjualan saham MSTR di bursa. Di saat yang sama, saham STRC sempat memantul naik 24% dari titik terendahnya di bulan Juni, kembali menjebol level harga $90 pada 3 Agustus.
Sisa Amunisi Sang Paus Korporat
Kendati mengerem laju pembelian dan rutin melepas cadangannya, porsi kepemilikan kripto Strategy masih mendominasi pasar institusional. Mereka saat ini memegang 840.447 BTC yang dikumpulkan lewat komitmen modal senilai $63,36 miliar. Ruang gerak finansial mereka di instrumen tradisional juga terbuka lebar. Neraca keuangan mencatat masih ada sisa dana sebesar $785,2 juta dalam program buyback sekuritas digital perusahaan, berdampingan dengan alokasi $1 miliar yang disiapkan khusus untuk program buyback saham biasa.
📌 Baca JugaData Pekerjaan AS Anjlok, ETF Bitcoin Justru Kebanjiran Dana Institusi $854 Juta dalam 5 Hari
Bagi pemegang saham institusional, mempertebal uang tunai dan memborong kembali saham berdividen adalah langkah wajib untuk menyehatkan pembukuan. Namun bagi pasar kripto yang selama ini melihat entitas ini sebagai pembeli paling konsisten, fakta bahwa mereka mulai beralih taktik mengirimkan sinyal kehati-hatian. Ketika paus terbesar mulai mengamankan posisi dolar ketimbang menumpuk koin, pasar ritel harus bersiap berlayar tanpa salah satu bantalan harga terbaiknya. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




