Circulating vs Locked Supply adalah perbedaan antara jumlah koin kripto yang aktif beredar di pasar dengan koin yang dikunci atau disimpan sementara sehingga tidak dapat diperjualbelikan. Circulating supply memengaruhi harga pasar secara langsung, sedangkan locked supply disimpan untuk tujuan tertentu seperti investasi jangka panjang, jaminan keamanan jaringan, atau cadangan milik tim pengembang.
๐ Cara baca: ser-kyu-ley-ting versus lokt sa-play
Penjelasan
Bayangkan sebuah pasar beras di desa Anda. Circulating supply adalah beras-beras yang saat ini dipajang di toko dan bisa langsung dibeli oleh warga. Beras inilah yang menentukan harga harian karena siapapun bisa bertransaksi dengannya secara bebas setiap saat.
Sementara itu, locked supply adalah stok beras cadangan yang disimpan di dalam gudang beras pemerintah dan tidak boleh dijual sampai waktu tertentu yang telah ditentukan. Beras di gudang ini tidak akan memengaruhi harga beras di pasar hari ini karena tidak ada orang yang bisa membelinya sekarang.
Dalam ekosistem aset kripto, jumlah pasokan koin atau token sangat memengaruhi nilai dan stabilitas ekonominya. Circulating supply merujuk pada jumlah token yang saat ini tersedia untuk publik dan aktif digunakan dalam transaksi, baik di bursa transfer maupun di dalam aplikasi blockchain. Jumlah inilah yang biasanya digunakan untuk menghitung kapitalisasi pasar dari suatu aset kripto.
Sebaliknya, locked supply adalah porsi token yang dikunci secara teknis melalui kode pemrograman khusus atau kontrak pintar. Token-token ini tidak dapat diakses atau dijual oleh siapapun, termasuk oleh penciptanya, sebelum memenuhi syarat tertentu. Kondisi penguncian ini biasanya dilakukan untuk menjaga harga agar tidak jatuh akibat penjualan massal secara tiba-tiba.
Locked supply sering kali diatur oleh mekanisme smart contract dengan skema vesting period atau cliff period yang ketat. Penguncian ini juga terjadi pada mekanisme staking dalam blockchain proof-of-stake, di mana validator mengunci koin mereka sebagai jaminan atas kejujuran mereka dalam memverifikasi transaksi. Jika terjadi pelanggaran, koin yang dikunci tersebut dapat disita melalui proses slashing, yang bertindak sebagai disinsentif ekonomi bagi aktor jahat.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, pemahaman tentang circulating dan locked supply sangat penting bagi para investor saat menganalisis potensi koin yang terdaftar resmi di pedagang fisik aset kripto. Transaksi jual-beli aset kripto ini diawasi oleh OJK/Bappebti serta dikenai pajak final, sehingga investor harus teliti melihat jadwal pembukaan kunci koin karena penambahan koin yang beredar secara tiba-tiba di pasar dapat menurunkan nilai investasi mereka secara signifikan.
Contoh
Bayangkan sebuah perusahaan transportasi yang memproduksi seribu unit mobil baru. Sebanyak dua ratus mobil langsung dilepas ke jalan raya untuk disewakan kepada masyarakat umum, sedangkan delapan ratus mobil lainnya disimpan di area pabrik dan dilarang digunakan sebelum sistem transportasi kota siap. Mobil yang berjalan di jalan raya menggambarkan circulating supply, sementara mobil yang diparkir di pabrik menggambarkan locked supply.
Kenapa sebagian pasokan koin kripto harus dikunci?
Penguncian koin dilakukan untuk menunjukkan komitmen tim pengembang dan mencegah mereka menjual semua koin mereka sekaligus yang bisa membuat harga koin jatuh bebas. Selain itu, penguncian juga digunakan dalam proses staking untuk membantu menjaga keamanan jaringan blockchain.
Apakah locked supply bisa berubah menjadi circulating supply?
Ya, koin yang dikunci memiliki jadwal rilis khusus yang disebut vesting. Ketika masa penguncian selesai atau syarat waktu terpenuhi, koin-koin tersebut akan terbuka kuncinya secara bertahap dan masuk ke pasar, sehingga menambah jumlah koin yang aktif beredar.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




