Developer pendukung BIP-110 berencana meluncurkan jaringan fork Bitcoin dengan algoritma proof-of-work BLAKE2b pada 1 September 2026. Fork ini bukan aktivasi BIP-110 di jaringan utama Bitcoin, melainkan hard fork terpisah yang berjalan dengan sistem penambangan berbeda dan melahirkan aset kripto baru.
Jadwal 1 September itu sendiri masih berupa target, bukan tenggat pasti aktivasi permanen. Tim pengembang menjadwalkan uji coba terlebih dahulu, yang bila berhasil akan masuk dalam rilis Bitcoin Knots versi 29.4.1. Kendala teknis bisa saja memaksa pengembang melakukan reset dan merilis kandidat baru, apalagi ketinggian blok untuk aktivasi mainnet final belum ditetapkan hingga saat ini.
Gagal Menarik Dukungan Penambang SHA-256
Langkah membuat jaringan terpisah ini diambil setelah cabang BIP-110 sebelumnya gagal mengumpulkan dukungan. Saat masuk fase wajib, proposal itu hanya mendapat 2,53% persetujuan penambang SHA-256 dan hanya menghasilkan dua blok sebelum tertinggal jauh dari jaringan utama. Proposal asli BIP-110 awalnya hanya berupa soft fork sementara untuk membatasi ruang data non-finansial di Bitcoin, termasuk pembatasan ukuran keluaran OP_RETURN dan format skrip tertentu. Perbedaan pandangan soal arah pengembangan Bitcoin dan BIP-110 ini pula yang sebelumnya memicu pengunduran diri Luke Dashjr dari kolam penambangan OCEAN.
Untuk menjauh dari penambang lama, fork baru ini mengganti algoritma SHA-256d khas Bitcoin dengan BLAKE2b. Peralatan mining Bitcoin standar tidak bisa langsung beralih memproses jaringan baru ini. Beberapa mesin penambang yang dirancang untuk koin Sia - yang juga memakai BLAKE2b - mungkin kompatibel. Namun, sampai saat ini belum terlihat komitmen dukungan penambang dalam jumlah memadai untuk mengamankan jaringan baru.
Risiko Replay Attack Tanpa Ekosistem
Tanpa satu pun bursa kripto besar, penyedia dompet utama, atau implementasi Lightning Network yang berkomitmen menyokong jaringan BLAKE2b, peluncuran awal bulan depan itu berpotensi merugikan penggunanya.
Celah utamanya ada pada risiko replay attack. Jika sebuah transaksi tetap tercatat valid di kedua jaringan, pembayaran yang dikirim pengguna di satu rantai bisa terulang di rantai lain akibat ketiadaan perlindungan replay. Isu pengembangan Bitcoin ini turut memancing debat publik antara pendukung BIP-110 dengan salah satu pendiri Ripple, David Schwartz. Tampil mewakili pandangan pribadinya, Schwartz mempertanyakan klaim kelompok BIP-110 yang menarasikan langkah mereka sebagai upaya memperbaiki rantai lama.
๐ Baca JugaStrategy Lepas 4,5 Juta Saham MSTR Demi 4.603 Bitcoin - Akhiri Puasa Belanja Dua Bulan
Sebuah jaringan blockchain bergantung pada pihak yang bersedia menjaga dan menggunakannya. Mengganti algoritma mungkin memutus kendali pemain dominan lama, tapi tanpa bursa penukar dan dompet yang siap menampung, koin dari jaringan baru ini nyaris mustahil ditransaksikan. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Baca juga: Visi Bentrok di OCEAN Bikin Luke Dashjr Lepas Jabatan - Kini Bangun Proyek Baru
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




