Decentralized Identifier (DID) adalah identitas digital yang memungkinkan pengguna mengontrol penuh informasi pribadi mereka tanpa bergantung pada otoritas pusat seperti perusahaan teknologi atau pemerintah. Identitas ini diamankan menggunakan teknologi blockchain, sehingga lebih aman dari kebocoran data dan mempermudah verifikasi identitas secara global tanpa harus membagikan data sensitif secara berlebihan.
๐ Cara baca: di-sen-tra-lais ai-den-ti-fai-er
Penjelasan
Bayangkan jika setiap kali kamu ingin masuk ke gedung perkantoran, kafe, atau perpustakaan, kamu tidak perlu menyerahkan KTP fisik atau membuat kartu anggota baru di setiap tempat. Kamu hanya perlu menunjukkan satu kartu digital khusus di ponselmu yang bisa memverifikasi bahwa kamu adalah kamu, tanpa memperlihatkan alamat rumah atau tanggal lahirmu kepada petugas.
Dengan teknologi ini, kamu memegang kendali penuh atas identitas digitalmu sendiri. Tidak ada satu pun perusahaan besar atau media sosial yang bisa menyimpan, membagikan, atau memblokir identitas tersebut karena semuanya disimpan secara mandiri dan aman oleh dirimu sendiri.
Decentralized Identifier (DID) merupakan standar baru untuk identitas digital yang dirancang agar bersifat mandiri dan terdesentralisasi. Berbeda dengan akun media sosial atau email tradisional yang dikelola oleh penyedia layanan tertentu, DID dibuat dan dimiliki langsung oleh pengguna. Sistem ini memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyimpan alamat unik identitas tersebut tanpa menyimpan data pribadi pengguna di dalam blockchain itu sendiri.
Cara kerjanya melibatkan dokumen DID yang berisi kunci kriptografi publik dan petunjuk cara memverifikasi identitas tersebut. Ketika ada pihak luar seperti aplikasi keuangan yang memerlukan verifikasi, pengguna hanya perlu membuktikan kepemilikan kunci pribadi yang cocok tanpa perlu mengirimkan foto dokumen asli. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko pencurian identitas akibat kebocoran database pusat.
Secara teknis, DID adalah format pengidentifikasi seragam (URI) yang distandardisasi oleh World Wide Web Consortium (W3C). Sebuah DID merujuk ke Dokumen DID (DID Document) yang berisi metadata verifikasi, termasuk metode autentikasi dan kunci publik kriptografis. DID sering kali diintegrasikan dengan Verifiable Credentials (VC) untuk pertukaran data yang aman, di mana penerbit dokumen memberikan kredensial bertanda tangan digital kepada pemilik, yang kemudian dapat ditunjukkan kepada verifikator secara instan dan tepercaya tanpa melibatkan penerbit kembali.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, konsep DID mirip dengan impian penerapan satu kartu identitas untuk semua kebutuhan layanan publik. Dibandingkan dengan sistem KTP digital konvensional yang datanya masih terpusat di server pemerintah dan rentan diretas, teknologi DID menawarkan solusi agar masyarakat tidak perlu cemas data pribadinya bocor ketika mendaftar berbagai aplikasi lokal seperti dompet digital atau platform perdagangan kripto yang terdaftar di OJK/Bappebti.
Contoh
Bayangkan kamu adalah seorang koki yang ingin membuktikan kepada pelanggan bahwa kamu memiliki sertifikat kebersihan dapur dari dinas kesehatan. Alih-alih membawa petugas dinas kesehatan ke restoran atau memberikan fotokopi sertifikat asli yang berisi data pribadi pemilik restoran, kamu cukup menunjukkan lencana digital khusus di celemekmu yang bisa dipindai oleh pelanggan untuk memverifikasi keaslian sertifikat tersebut secara instan tanpa memperlihatkan informasi sensitif lainnya.
Bagaimana cara kerja verifikasi menggunakan DID?
Verifikasi dilakukan menggunakan pasangan kunci kriptografi, yaitu kunci publik yang tercatat di jaringan blockchain dan kunci pribadi yang disimpan di dompet digital pengguna. Ketika sebuah layanan meminta pembuktian identitas, pengguna memberikan bukti digital yang ditandatangani dengan kunci pribadi mereka, lalu layanan tersebut mencocokkannya dengan kunci publik tanpa perlu melihat isi data pribadi yang sebenarnya.
Apa perbedaan utama antara DID dan akun media sosial biasa?
Akun media sosial biasa sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan oleh perusahaan penyedia layanan, sehingga akun tersebut bisa dihapus atau disalahgunakan kapan saja. Sebaliknya, DID sepenuhnya dimiliki oleh pengguna sendiri, tidak bergantung pada server perusahaan mana pun, dan tidak dapat dihapus atau diblokir oleh pihak lain.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 23 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




