Eclipse Attack adalah serangan siber pada jaringan blockchain di mana pelaku mengisolasi satu node atau komputer target dari seluruh jaringan. Dengan mengendalikan semua koneksi komputer tersebut, pelaku dapat memanipulasi informasi yang diterima target, memicu konfirmasi transaksi palsu, atau mengganggu proses verifikasi transaksi tanpa disadari oleh korban.
🔊 Cara baca: i-klips e-tek
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang menonton siaran langsung pertandingan sepak bola di TV rumahmu. Tiba-tiba, ada orang jahat yang memutus kabel antena TV kamu dan menyambungkannya ke pemutar video milik mereka. Alhasil, kamu menonton pertandingan rekaman lama atau hasil editan yang menunjukkan skor salah, sementara tetangga lain menonton pertandingan asli dengan skor yang sebenarnya.
Dalam dunia kripto, hal serupa terjadi pada Eclipse Attack. Komputer seorang pengguna atau penambang sengaja dikepung oleh jaringan palsu buatan penyerang. Akibatnya, komputer korban terisolasi dan hanya bisa melihat informasi bohong yang disodorkan oleh si penyerang, sementara jaringan luar yang asli tetap berjalan normal tanpa diketahui korban.
Eclipse Attack terjadi ketika pelaku berhasil menguasai sebagian besar alamat IP di sekitar node target. Node dalam blockchain saling berkomunikasi untuk menyinkronkan data transaksi terbaru. Jika penyerang berhasil memastikan bahwa semua tetangga koneksi (peer) dari node target adalah node palsu yang mereka kendalikan, maka target tersebut telah masuk ke dalam gerhana atau terisolasi.
Setelah node target terisolasi, penyerang bisa menyaring informasi yang masuk dan keluar. Mereka dapat menyembunyikan blok transaksi yang sah atau mengirimkan blok transaksi palsu kepada target. Akibatnya, target bisa tertipu untuk mempercayai transaksi yang sebenarnya belum terjadi, yang kemudian dapat dimanfaatkan penyerang untuk melakukan penipuan seperti double-spending (membelanjakan koin yang sama dua kali).
Meskipun serangan ini sulit dilakukan pada jaringan besar karena membutuhkan kontrol atas banyak alamat IP, eclipse attack tetap menjadi ancaman serius bagi node yang baru bergabung atau node mandiri yang tidak memiliki daftar rekan tepercaya (trusted peers) yang cukup kuat.
Secara teknis, eclipse attack mengeksploitasi tabel routing peer-to-peer (P2P) seperti Kademlia DHT yang digunakan oleh protokol Ethereum atau Bitcoin. Penyerang membanjiri tabel routing target dengan node jahat melalui proses penemuan peer (peer discovery). Ketika target melakukan restart atau mencoba membangun koneksi baru, ia terpaksa terhubung hanya ke IP milik penyerang. Hal ini membuka jalan bagi penyerang untuk melakukan selfish mining, membatalkan transaksi target, atau memaksa target membuang daya komputasi mereka pada rantai blockchain yang tidak valid.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, meskipun Eclipse Attack merupakan ancaman teknis jaringan dan tidak diatur secara hukum pidana khusus oleh OJK/Bappebti, dampaknya tetap nyata bagi industri dalam negeri. Setiap Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) yang terdaftar resmi wajib menjaga keamanan infrastruktur teknologi informasi mereka agar node operasional exchange tidak terkena serangan gerhana ini, demi melindungi aset kripto masyarakat yang diperdagangkan sebagai komoditi sah.
Contoh
Bayangkan seorang wasit pertandingan bulu tangkis yang dipisahkan dari asistennya. Sebelum pertandingan dimulai, semua jalur komunikasi sang wasit dibajak oleh panitia gadungan. Akibatnya, semua laporan pelanggaran garis atau skor dari luar lapangan yang masuk ke telinga wasit adalah laporan palsu yang dibuat untuk memenangkan salah satu pemain, sementara penonton di stadion melihat kejadian yang sebenarnya berbeda.
Apa perbedaan antara Eclipse Attack dan Sybil Attack?
Sybil Attack adalah taktik membuat banyak identitas palsu untuk mendominasi suara di jaringan secara keseluruhan, sedangkan Eclipse Attack lebih fokus menggunakan identitas palsu tersebut untuk mengepung dan mengisolasi satu node target tertentu saja agar terputus dari jaringan luar.
Bagaimana cara jaringan blockchain mencegah Eclipse Attack?
Blockchain mencegahnya dengan membatasi jumlah koneksi dari satu alamat IP, memilih rekan koneksi secara acak dari berbagai wilayah, dan selalu menyimpan daftar node tepercaya yang sudah diverifikasi aman sebagai gerbang komunikasi utama.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 9 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




