ERC-6551 adalah standar teknologi blockchain Ethereum yang memungkinkan sebuah NFT memiliki dompet kripto sendiri. Dengan standar ini, NFT tidak hanya menjadi gambar digital biasa, melainkan dapat menyimpan aset kripto lain, mengoleksi NFT berbeda, serta berinteraksi langsung dengan aplikasi desentralisasi layaknya pengguna manusia.
๐ Cara baca: i-ar-si enam lima lima satu
Penjelasan
Bayangkan kamu membeli sebuah boneka mainan. Biasanya, pakaian, sepatu, dan aksesoris boneka itu disimpan terpisah di lemari kamu. Jika kamu menjual boneka tersebut, aksesorisnya tertinggal karena kamu hanya memberikan bonekanya saja.
Dengan ERC-6551, boneka mainan itu seolah-olah memiliki tas ransel kecil yang menempel di punggungnya. Semua pakaian dan uang jajan mainan disimpan di dalam tas ransel tersebut. Ketika kamu menjual boneka itu ke orang lain, seluruh tas beserta isinya otomatis ikut berpindah tangan tanpa kamu harus memindahkan barangnya satu demi satu.
Secara teknis, ERC-6551 menciptakan sistem yang disebut Token Bound Account (TBA) atau Akun Terikat Token. Setiap kali sebuah NFT dibuat menggunakan standar ini, jaringan Ethereum akan membuatkan sebuah alamat dompet pintar (smart contract) khusus yang terikat langsung pada NFT tersebut.
Hal ini mengubah cara kerja kepemilikan aset digital secara drastis. Sebagai contoh, dalam game berbasis blockchain, karakter utama yang berwujud NFT dapat secara langsung ‘memiliki’ senjata, baju zirah, dan koin emas digital di dalam dompet pribadinya sendiri. Jika karakter game itu dijual di pasar digital, pembeli akan mendapatkan karakter tersebut lengkap dengan seluruh perlengkapan yang melekat padanya.
ERC-6551 diimplementasikan menggunakan kontrak pintar registrasi (Registry Contract) yang menyebarkan alamat dompet proxy minimal ERC-1167 untuk setiap NFT. Melalui mekanisme ini, setiap NFT mendapatkan alamat Ethereum unik yang dikendalikan oleh pemilik NFT saat itu. Dompet ini mendukung eksekusi transaksi yang fleksibel, memungkinkannya berpartisipasi dalam tata kelola DAO, mengumpulkan hadiah airdrop, hingga menandatangani pesan kriptografi secara langsung dari identitas NFT tersebut.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, teknologi ERC-6551 ini sangat berpotensi dikembangkan oleh kreator seni digital lokal untuk menjual karya seni interaktif yang dinamis. Dari sisi regulasi, aset kripto dan NFT di dalamnya dikategorikan sebagai komoditi yang diawasi oleh OJK/Bappebti, sehingga setiap transaksi jual beli yang terjadi pada akun terikat token tersebut tetap dikenai pajak final jika dilakukan melalui pedagang fisik aset kripto resmi.
Contoh
Bayangkan sebuah kotak makan siang (lunchbox) pintar di dapur Anda. Kotak makan ini tidak hanya menampung makanan, tetapi memiliki anggaran belanja dan daftar belanjaannya sendiri. Saat Anda memindahkan kotak makan tersebut ke dapur teman, seluruh bumbu masakan, bahan makanan, dan peralatan kecil yang ada di dalamnya ikut berpindah secara utuh dalam satu wadah tanpa tercecer.
Apa perbedaan antara NFT biasa dengan NFT yang menggunakan ERC-6551?
NFT biasa hanya berupa sertifikat kepemilikan digital pasif yang disimpan di dalam dompet pengguna, sedangkan NFT berbasis ERC-6551 bertindak sebagai dompet itu sendiri yang aktif, sehingga bisa menerima, menyimpan, dan mengirim aset digital lain secara mandiri.
Apakah kita harus membuat NFT baru untuk menggunakan ERC-6551?
Tidak perlu, karena ERC-6551 dirancang agar kompatibel dengan NFT lama yang sudah ada sebelumnya. Standar ini bisa langsung diterapkan pada NFT berbasis ERC-721 yang sudah diterbitkan tanpa harus mengubah atau menerbitkan ulang token tersebut.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 7 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




