Gasless Transaction adalah transaksi aset kripto yang memungkinkan pengguna mengirim token atau berinteraksi dengan aplikasi blockchain tanpa harus membayar biaya gas secara langsung. Biaya tersebut biasanya disubsidi oleh penyedia aplikasi atau sponsor lainnya, sehingga mempermudah pengguna baru yang belum memiliki koin utama untuk membayar biaya transaksi.
๐ Cara baca: ges-les tren-zek-syen
Penjelasan
Bayangkan kamu ingin mengirim surat lewat pos, tetapi kamu tidak memiliki prangko dan tidak punya uang tunai untuk membelinya. Dalam sistem biasa, suratmu tidak akan terkirim. Namun, dengan sistem tanpa gas ini, kantor pos membolehkan penerima surat atau pihak sponsor untuk membayar prangko tersebut untukmu.
Dengan cara ini, kamu bisa mengirim surat dengan mudah tanpa perlu pusing memikirkan biaya pengiriman di awal. Di dunia kripto, hal ini membuat pemula bisa langsung mencoba mengirim aset atau bermain game tanpa harus membeli koin khusus untuk membayar biaya jaringan terlebih dahulu.
Secara teknis, setiap transaksi di jaringan blockchain memerlukan biaya komputasi yang disebut biaya gas. Pada transaksi biasa, pengguna wajib membayar biaya ini menggunakan koin asli jaringan tersebut, seperti Ether di jaringan Ethereum. Hal ini sering menjadi hambatan bagi pengguna baru karena mereka harus membeli koin asli tersebut di bursa transfer terlebih dahulu.
Gasless transaction memecahkan masalah ini dengan memisahkan pengirim transaksi dari pembayar biaya gas. Pengguna cukup menandatangani pesan transaksi secara digital dengan dompet kripto mereka secara gratis. Pesan yang telah ditandatangani ini kemudian dikirim ke pihak ketiga yang disebut relayer, yang akan memproses transaksi ke blockchain dan membayar biaya gas yang diperlukan.
Teknologi ini sangat populer digunakan pada aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan game blockchain. Pengembang aplikasi bersedia membayar biaya tersebut untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus, mirip seperti situs web modern yang membayar biaya server mereka sendiri agar pengunjung bisa mengaksesnya secara gratis.
Di balik layar, transaksi tanpa gas ini memanfaatkan standar teknis seperti EIP-712 dan konsep meta-transaction atau abstraksi akun (Account Abstraction seperti ERC-4337). Pengguna membuat tanda tangan kriptografis di luar rantai (off-chain signature) untuk menyetujui transaksi, lalu relayer akan membungkus tanda tangan ini dalam transaksi on-chain yang sebenarnya. Beberapa protokol juga memungkinkan pengguna membayar biaya gas menggunakan token sekunder seperti stablecoin USDT atau USDC, bukan koin asli jaringan, yang secara teknis tetap dikategorikan sebagai transaksi bebas gas dari sudut pandang koin utama.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, aset kripto di bawah pengawasan OJK/Bappebti berstatus sebagai komoditi yang diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran sah, sehingga transaksi tanpa gas ini hanya berlaku untuk interaksi teknis di jaringan blockchain. Jika transaksi tanpa gas ini difasilitasi oleh exchange terdaftar yang berstatus Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), aktivitas jual-beli di dalamnya tetap dikenai pajak final meskipun pengguna dibebaskan dari biaya gas jaringan.
Contoh
Bayangkan kamu mengendarai mobil melewati jalan tol khusus. Biasanya, kamu harus memiliki kartu e-toll dengan saldo yang cukup untuk membuka palang pintu tol. Namun, dengan sistem jalan tol tanpa gas, pengelola mal tujuanmu membebaskan biaya tol tersebut dengan membayarnya secara otomatis lewat sistem mereka, sehingga kamu bisa langsung lewat dan berkendara tanpa perlu menyiapkan kartu e-toll pribadi.
Siapa yang membayar biaya dalam Gasless Transaction?
Biaya transaksi dibayarkan oleh pihak ketiga yang bertindak sebagai sponsor, seperti pengembang aplikasi, penyedia dompet kripto, atau relayer yang bekerja sama dengan platform tersebut.
Apakah Gasless Transaction benar-benar aman bagi pengguna?
Ya, metode ini aman karena pengguna hanya menandatangani izin transaksi dengan kunci privat mereka sendiri tanpa membagikan kendali atas dompet kripto mereka kepada pihak sponsor.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 27 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




