Griefing Attack adalah serangan siber di mana pelaku sengaja merugikan pengguna lain atau mengacaukan sistem blockchain tanpa mengambil keuntungan finansial langsung untuk dirinya sendiri. Motif utama serangan ini murni untuk mengganggu, menghabiskan biaya transaksi korban, atau menghambat jalannya kontrak pintar agar tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
๐ Cara baca: gri-fing e-tek
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang mengantre di kasir supermarket. Tiba-tiba, ada orang di depanmu yang sengaja menumpahkan belanjaannya secara perlahan, lalu berdebat lama dengan kasir hanya untuk membuang waktu. Orang tersebut tidak mendapatkan keuntungan apa-apa, bahkan dia sendiri rugi waktu, tetapi tujuannya berhasil tercapai, yaitu membuat kamu dan antrean di belakangmu menjadi sangat kesal dan terhambat.
Dalam dunia kripto, perilaku usil seperti ini disebut dengan istilah Griefing Attack. Pelaku rela mengeluarkan sedikit modal atau biaya transaksi hanya untuk membuat transaksi orang lain gagal atau membuat sistem blockchain menjadi lambat dan mahal bagi pengguna lainnya.
Griefing Attack terjadi ketika seorang penyerang memanipulasi aturan kontrak pintar (smart contract) untuk merugikan pihak lain. Keunikan dari serangan ini adalah penyerang tidak mencuri dana atau mendapatkan keuntungan finansial secara langsung dari korbannya. Mereka hanya memanfaatkan kelemahan logika kode untuk memicu kegagalan sistem.
Salah satu metode umum serangan ini adalah dengan mengirimkan data transaksi yang sengaja dirancang untuk menghabiskan batas gas fee (gas limit) milik korban. Akibatnya, transaksi korban akan gagal karena kehabisan biaya, sementara biaya yang sudah dikeluarkan tetap hangus dan masuk ke jaringan.
Selain itu, serangan ini juga sering digunakan untuk menghentikan proses penting dalam aplikasi desentralisasi (dApps). Misalnya, penyerang sengaja menolak menyelesaikan transaksi di menit-menit terakhir, sehingga pengguna lain kehilangan kesempatan untuk membeli aset atau memproses dana mereka tepat waktu.
Secara teknis, Griefing Attack sering memanfaatkan fungsi transfer eksternal yang tidak aman dalam Solidity, seperti penggunaan fungsi transfer() atau send() yang membatasi gas hingga 2300 unit. Penyerang dapat membuat kontrak pintar penerima yang menolak kiriman dana atau sengaja melakukan komputasi tak terbatas saat menerima transaksi. Hal ini akan memicu kegagalan karena kehabisan gas atau pembatalan eksekusi yang membatalkan seluruh rangkaian transaksi, sehingga mengunci alur logika program secara permanen (denial of service).
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, perilaku yang mirip dengan serangan ini bisa dianalogikan seperti pembeli usil di platform belanja online yang sengaja memesan barang dengan metode COD (Bayar di Tempat) menggunakan alamat palsu. Pembeli tersebut tidak mendapatkan barangnya dan tidak untung apa-apa, namun tindakan iseng itu merugikan penjual lokal karena barangnya tertahan di perjalanan dan mereka harus menanggung ongkos kirim yang hangus.
Contoh
Bayangkan dalam pertandingan sepak bola, ada satu pemain dari tim lawan yang sengaja menendang bola jauh-jauh ke luar lapangan setiap kali tim kamu ingin melakukan lemparan ke dalam. Pemain tersebut mungkin akan mendapatkan kartu kuning dan membuang-buang tenaganya sendiri tanpa mencetak gol. Namun, tindakan usil tersebut berhasil merusak ritme permainan tim kamu dan mengulur waktu agar tim kamu tidak bisa menyamakan kedudukan.
Apa perbedaan antara Griefing Attack dan peretasan biasa?
Peretasan biasa umumnya bertujuan untuk mencuri aset atau mendapatkan keuntungan finansial bagi pelaku. Sebaliknya, Griefing Attack dilakukan murni untuk menyabotase sistem, merusak pengalaman pengguna lain, atau memaksa korban kehilangan dana tanpa pelaku mendapatkan keuntungan materi dari tindakan tersebut.
Bagaimana cara developer mencegah serangan ini pada kontrak pintar?
Developer dapat mencegahnya dengan menulis kode kontrak pintar yang lebih ketat, seperti menerapkan batas waktu (timeout) otomatis, membatasi jumlah komputasi eksternal, atau menggunakan pola tarik dana (pull payment) di mana pengguna harus menarik dana mereka sendiri alih-alih dikirim otomatis oleh sistem.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 28 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




