Near Protocol adalah jaringan blockchain lapis pertama yang dirancang untuk menjalankan aplikasi terdesentralisasi secara cepat, murah, dan ramah lingkungan. Platform ini menggunakan teknologi pemecahan data unik bernama sharding untuk mengatasi masalah kepadatan jaringan, sehingga mampu memproses ribuan transaksi per detik secara efisien tanpa mengorbankan keamanan data pengguna.
🔊 Cara baca: nir pro-to-kol
Penjelasan
Bayangkan Near Protocol seperti sebuah sistem jalan tol yang sangat canggih. Jika biasanya pintu tol macet saat liburan karena semua mobil mengantre di satu pintu, jalan tol Near ini bisa otomatis menambah jumlah gerbang tol secara instan begitu mendeteksi antrean mulai panjang.
Menariknya lagi, biaya perjalanan tol di sini sangat murah dan cepat, serta setiap pengendara memiliki nama pengguna sendiri yang mudah dibaca seperti nama manusia untuk kartu tol mereka agar tidak mudah tertukar.
Near Protocol adalah blockchain layer-1 yang menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS). Platform ini diciptakan untuk mempermudah developer dalam membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan biaya transaksi yang sangat murah dan kecepatan tinggi. Salah satu keunggulan utamanya adalah fokus pada kemudahan bagi pengguna baru, di mana alamat dompet kripto dapat berupa nama manusia yang mudah dibaca.
Untuk mengatasi masalah skalabilitas yang sering memperlambat blockchain lain, Near Protocol menggunakan teknologi sharding yang diberi nama Nightshade. Dengan teknologi ini, transaksi tidak diproses oleh seluruh jaringan secara bersamaan, melainkan dibagi-bagi ke dalam beberapa bagian kecil secara paralel, sehingga meningkatkan kapasitas pemrosesan secara drastis.
Arsitektur sharding Nightshade pada Near Protocol bekerja dengan cara membagi blockchain menjadi bagian-bagian kecil, tetapi tidak seperti sharding tradisional di mana setiap shard memproduksi bloknya sendiri, Nightshade memproses pecahan dari sebuah blok yang disebut chunks. Validator di setiap shard hanya memverifikasi chunk tersebut, lalu digabungkan untuk membentuk satu blok utama. Near juga menggunakan mesin virtual ramah developer berbasis WebAssembly (WASM) yang mendukung pembuatan smart contract menggunakan bahasa populer seperti Rust dan JavaScript.
🇮🇩 Konteks Indonesia
Di Indonesia, token NEAR dikategorikan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah karena transaksi pembayaran wajib menggunakan Rupiah. Pengawasan aset kripto ini berada dalam masa transisi dari Bappebti ke OJK, dan pengguna di Indonesia dapat membelinya secara resmi melalui platform exchange terdaftar yang berstatus Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dengan pengenaan pajak final pada setiap transaksinya.
Contoh
Analoginya seperti sebuah bioskop mega-besar dengan satu film terlaris yang sangat populer. Di bioskop biasa, penonton harus mengantre di satu loket tiket dan masuk melalui satu pintu studio yang sama, menyebabkan kemacetan parah. Di bioskop Near Protocol, begitu antrean mulai menumpuk, sistem secara otomatis memecah ruang studio besar tersebut menjadi beberapa studio kecil yang memutar film secara bersamaan, lengkap dengan loket tiket tambahan, sehingga penonton bisa masuk tanpa hambatan.
Apa perbedaan utama Near Protocol dengan Ethereum?
Perbedaan utamanya terletak pada skalabilitas bawaan dan kemudahan bagi pengguna awam. Ethereum sering mengalami biaya transaksi yang sangat mahal ketika jaringan padat, sedangkan Near Protocol menggunakan teknologi sharding Nightshade untuk menjaga biaya tetap rendah, serta mendukung nama akun yang mudah dibaca manusia sejak awal tanpa memerlukan layanan tambahan.
Bagaimana token NEAR digunakan dalam jaringannya?
Token NEAR digunakan untuk membayar biaya transaksi dan menjalankan aplikasi atau smart contract pada jaringan Near. Selain itu, pemegang token juga dapat melakukan staking untuk membantu mengamankan jaringan sekaligus memperoleh imbalan.
🧠 Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




