📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Menyamar Polisi, Bikin Situs Palsu, Curi Kripto Rp86 Miliar - Gaya Hidup Mewah Ini yang Justru Membongkar Mereka

Menyamar Polisi, Bikin Situs Palsu, Curi Kripto Rp86 Miliar - Gaya Hidup Mewah Ini yang Justru Membongkar Mereka

📚 Istilah di Artikel Ini:

Telepon berdering, dan suara di ujung sana mengaku petugas polisi. Aset kripto Anda, katanya, sedang “dalam bahaya” - dan satu-satunya cara mengamankannya adalah memindahkannya ke “akun aman polisi”. Skenario itulah yang dipakai tiga pria di Inggris untuk menguras kripto senilai 4 juta (sekitar $5,3 juta) dari delapan korban. Kini ketiganya berakhir di penjara.

Yang membuat kasus ini layak dicermati bukan cuma modusnya, tapi bagaimana justru gaya hidup para pelaku sendiri yang akhirnya menjadi bukti paling telak melawan mereka.

Modus Rapi: Telepon, Situs Palsu, Pencucian Berlapis

Trio ini menelepon delapan korban, mengaku sebagai petugas polisi, lalu membujuk korban membagikan detail akun atau memindahkan dana ke rekening yang mereka kira aman. Untuk meyakinkan, kelompok ini bahkan membangun situs web polisi palsu yang tampak meyakinkan. Begitu dana berpindah, uangnya langsung dicuci lewat jaringan pencucian yang kompleks.

Vonis dijatuhkan di Southwark Crown Court. Anthony Ikenwe (29) dan Kevin Nwamma (25) masing-masing divonis 6 tahun untuk konspirasi penipuan, ditambah 5 tahun untuk pencucian uang yang dijalani bersamaan. Hamza Bashir (23) divonis 3 tahun 9 bulan untuk penipuan, ditambah 3 tahun pencucian uang yang juga dijalani bersamaan. Ikenwe dan Nwamma mengaku bersalah pada April lalu, sementara Bashir sempat membantah sebelum akhirnya mengubah pengakuannya di hari kedelapan persidangan, setelah disodori bukti yang ekstensif.

Gaya Hidup yang Bocor Sendiri

Di sinilah kejahatan mereka mulai retak. Detektif menemukan gaya hidup para pelaku jauh melampaui penghasilan tercatat. Salah satu pelaku bahkan tercatat berpenghasilan hanya 444 setahun - tetapi kelompok ini membeli mobil senilai hampir 60.000 memakai kripto, menyimpan sekitar 500.000 tunai di safety deposit box di Dubai, berlibur ke Thailand, Jepang, Paris, Mykonos, Maladewa, hingga Seychelles, dan berbelanja di Harrods, Hermes, serta Louis Vuitton.

Jejak digital dan finansial itulah yang dirangkai penyidik. Polisi Metropolitan (Met) mengaitkan lebih dari 1 juta kripto ke wallet milik Ikenwe, serta melacak aliran dana curian ke rekening bank yang terkait bisnis limosin mewah milik Nwamma. Tim Cryptocurrency milik Met memakai pendekatan berbasis data - transaksi blockchain, catatan bursa, komunikasi, catatan keuangan, sampai data penyedia layanan internet - untuk menyatukan kejahatan yang semula tampak terpisah menjadi satu jaringan terorganisir lintas platform dan yurisdiksi. Kasus ini bermula Januari 2025 saat para korban mulai melapor; November lalu, polisi menggerebek tujuh alamat di London dan Essex, menyita barang mewah, kripto, serta 40 ponsel, dan memulihkan sekitar 1 juta dana terkait korban.

Dua Peretas 'Scattered Spider' Divonis Penjara di Inggris - Grup Ini Dituduh Kumpulkan $115 Juta Tebusan Kripto dari Puluhan Perusahaan📌 Baca JugaDua Peretas ‘Scattered Spider’ Divonis Penjara di Inggris - Grup Ini Dituduh Kumpulkan $115 Juta Tebusan Kripto dari Puluhan Perusahaan

Pelajaran yang Terus Berulang

Detektif Inspektur Geoff Donoghue dari Tim Cryptocurrency Met menyebut ini “investigasi yang sangat kompleks terhadap kelompok manipulator terukur yang mengeksploitasi kepercayaan korban dengan berpura-pura menjadi petugas polisi”. Kepolisian menegaskan akan terus bekerja sama dengan mitra domestik dan internasional untuk mengidentifikasi pihak lain yang terlibat serta mengembalikan aset kepada korban.

Yang paling perlu diingat: penyamaran sebagai aparat adalah modus yang terus berulang dalam kejahatan kripto. Tahun lalu di Inggris, kasus serupa menguras $2,8 juta Bitcoin dari hardware wallet korban. Di AS, penipu menyamar sebagai polisi Denver dan menakut-nakuti korban dengan klaim “kewajiban jury duty palsu” hingga korban memasukkan uang tunai ke ATM Bitcoin. Ada pula perampokan berkedok polisi di Prancis dan pemerasan berkedok polisi di Ukraina. Benang merahnya satu: tidak ada institusi resmi mana pun yang akan meminta Anda memindahkan kripto ke “akun aman” lewat telepon. Begitu ada permintaan seperti itu, di situlah penipuannya dimulai.

Dilansir dari Decrypt.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share