Parallel EVM adalah teknologi blockchain yang memungkinkan pemrosesan beberapa transaksi kripto secara bersamaan, berbeda dengan sistem tradisional yang memproses transaksi satu per satu. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan jaringan secara signifikan dan menurunkan biaya transaksi, tanpa mengurangi tingkat keamanan atau kompatibilitas dengan ekosistem aplikasi Ethereum yang sudah ada.
๐ Cara baca: pa-ra-lel i-vi-em
Penjelasan
Bayangkan kamu sedang mengantre di sebuah minimarket yang hanya memiliki satu kasir. Semua pembeli harus menunggu giliran satu per satu sampai pembayaran selesai. Jika ada pembeli yang belanjaannya sangat banyak, antrean di belakangnya akan menjadi sangat panjang dan lambat.
Parallel EVM mengubah sistem tersebut dengan membuka banyak meja kasir sekaligus di minimarket itu. Dengan begitu, beberapa pembeli bisa dilayani secara bersamaan, sehingga antrean menjadi jauh lebih cepat selesai dan waktu tunggu kamu menjadi sangat singkat.
Ethereum Virtual Machine (EVM) adalah jantung dari jaringan Ethereum yang bertugas menjalankan perintah otomatis atau kontrak pintar. Pada EVM tradisional, setiap transaksi diproses secara berurutan. Artinya, jika ada transaksi yang lambat atau rumit, transaksi berikutnya harus mengantre, yang sering kali menyebabkan kepadatan jaringan dan kenaikan biaya gas.
Parallel EVM hadir untuk mengatasi batasan ini dengan menggunakan teknik komputasi paralel. Sistem ini secara cerdas mendeteksi transaksi mana saja yang tidak saling berhubungan sehingga dapat diproses secara bersamaan di jalur yang berbeda. Hal ini membuat jaringan blockchain mampu menangani jauh lebih banyak transaksi per detik.
Secara teknis, tantangan terbesar dari Parallel EVM adalah mendeteksi konflik akses data saat beberapa transaksi berjalan bersamaan. Ada dua pendekatan utama untuk mengatasi ini: eksekusi optimistik, di mana sistem memproses semua transaksi dan mengulangnya jika terjadi bentrokan data, serta penjadwalan berbasis deklarasi status, di mana transaksi yang berpotensi saling bertabrakan sudah dipilah sejak awal sebelum diproses.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Bagi pengguna kripto di Indonesia, kehadiran teknologi Parallel EVM berpotensi menurunkan biaya transaksi saat berinteraksi dengan aplikasi keuangan terdesentralisasi. Meskipun teknologi ini meningkatkan efisiensi jaringan, aset kripto yang diperdagangkan di dalamnya tetap berstatus sebagai komoditi di Indonesia yang diawasi oleh OJK/Bappebti dan bukan alat pembayaran sah, serta setiap transaksi jual-beli yang dilakukan pada bursa terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) tetap dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan sebuah restoran warteg yang sangat ramai. Jika hanya ada satu pelayan yang melayani dari mengambil nasi, lauk, hingga menerima uang pembayaran untuk satu per satu pelanggan, antrean akan mengular. Namun, jika pemilik warteg menambah pelayan sehingga ada yang khusus melayani pembungkus makanan, ada yang melayani makan di tempat, dan ada yang melayani pembayaran secara bersamaan, maka proses pelayanan menjadi jauh lebih cepat tanpa membuat pelanggan menunggu lama.
Apa perbedaan utama antara EVM biasa dan Parallel EVM?
EVM biasa memproses transaksi secara berurutan satu per satu seperti barisan antrean tunggal, sedangkan Parallel EVM memproses banyak transaksi secara bersamaan menggunakan jalur-jalur komputasi yang terpisah selama transaksi tersebut tidak memengaruhi saldo atau data yang sama.
Apakah aplikasi yang dibuat untuk Ethereum bisa langsung digunakan di Parallel EVM?
Ya, karena Parallel EVM dirancang agar tetap kompatibel dengan EVM standar, sehingga para pengembang aplikasi tidak perlu menulis ulang kode mereka untuk memindahkan aplikasinya ke jaringan yang mendukung teknologi ini.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 8 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




