Rebase Token adalah jenis aset kripto yang jumlah pasokannya di dalam jaringan bisa bertambah atau berkurang secara otomatis demi menjaga kestabilan harga target. Perubahan pasokan ini langsung memengaruhi jumlah token di dompet setiap pemiliknya secara proporsional tanpa mengubah persentase kepemilikan mereka terhadap total keseluruhan token.
๐ Cara baca: ri-beis to-ken
Penjelasan
Bayangkan kamu memiliki selembar kupon diskon untuk membeli sekotak kue. Jika pembuat kue tiba-tiba memutuskan untuk memperkecil ukuran kupon menjadi setengahnya agar nilainya stabil, kupon di dompetmu otomatis terbagi menjadi dua lembar secara ajaib. Nilai total kuponmu tetap sama, hanya jumlah lembarnya saja yang berubah menyesuaikan aturan baru.
Dalam dunia kripto, rebase token bekerja dengan cara seperti itu. Kamu tidak kehilangan bagian kuemu secara keseluruhan, tetapi jumlah kepingan koin digital yang kamu pegang bisa bertambah banyak atau berkurang sedikit setiap harinya agar harga per koinnya tetap stabil mendekati target tertentu.
Rebase token, yang juga dikenal sebagai token suplai elastis, mengontrol harga pasar dengan cara menyesuaikan jumlah pasokan token yang beredar secara berkala melalui mekanisme kontrak pintar. Ketika harga pasar berada di atas harga target (misalnya satu dolar AS), sistem akan mencetak token baru dan membagikannya ke dompet para pemegang token. Hal ini meningkatkan pasokan agar harga tertekan turun kembali ke target.
Sebaliknya, jika harga pasar turun di bawah harga target, sistem akan mengurangi atau memotong sebagian token dari dompet pengguna secara otomatis. Proses ini disebut rebase negatif, yang bertujuan mengurangi pasokan beredar untuk menaikkan harga kembali ke targetnya. Seluruh penyesuaian ini terjadi secara proporsional bagi semua pemegang token.
Secara teknis, rebase token menggunakan fungsi internal khusus dalam kontrak pintar untuk mengubah variabel total pasokan global tanpa harus melakukan transaksi transfer ke setiap alamat dompet secara individual. Contoh perintis teknologi ini adalah protokol Ampleforth (AMPL), yang melakukan rebase secara berkala berdasarkan rata-rata harga tertimbang volume (Volume Weighted Average Price) dalam periode tertentu dibandingkan dengan target harga patokan yang disesuaikan dengan tingkat inflasi.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, rebase token dikategorikan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah, karena hanya Rupiah yang diakui sebagai alat pembayaran sah berdasarkan Undang-Undang Mata Uang. Aktivitas perdagangan aset ini berada di bawah pengawasan OJK/Bappebti, dan investor harus bertransaksi melalui exchange resmi yang terdaftar sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) agar setiap transaksi jual-belinya dikenai pajak final sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Contoh
Bayangkan kamu memesan paket liburan rombongan di mana kamu berhak atas sepuluh persen kursi di dalam bus wisata. Jika peserta yang mendaftar tiba-tiba melonjak, pihak agen perjalanan akan mengganti armada menjadi bus yang jauh lebih besar, sehingga jumlah kursi fisik yang kamu miliki otomatis bertambah agar kamu tetap memegang sepuluh persen kapasitas bus baru tersebut. Sebaliknya, jika peserta menyusut dan bus diganti dengan minibus yang lebih kecil, jumlah kursimu berkurang, namun porsi kepemilikanmu terhadap kapasitas bus tetap sama yaitu sepuluh persen.
Apakah rebase token sama dengan stablecoin?
Meskipun keduanya sering menargetkan harga yang stabil seperti satu dolar AS, rebase token sangat berbeda dengan stablecoin konvensional. Stablecoin menjaga nilainya tetap stabil dengan jaminan aset cadangan seperti fiat atau emas, sedangkan rebase token menjaga nilainya melalui perubahan jumlah saldo di dompet pengguna secara dinamis.
Bagaimana cara investor mendapatkan keuntungan dari rebase token?
Investor mendapatkan keuntungan bukan dari kenaikan harga per koin, melainkan dari pertambahan jumlah token di dompet mereka saat terjadi rebase positif. Jika harga token tetap stabil sementara jumlah koin di dompet bertambah banyak, nilai portofolio investor secara keseluruhan akan meningkat.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 25 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




