๐ Bagian dari: Jenis-Jenis Serangan Kripto
Reentrancy Attack adalah jenis pencurian aset kripto yang memanfaatkan celah keamanan pada kontrak pintar dengan cara memanggil fungsi penarikan dana secara berulang-ulang sebelum kontrak tersebut sempat memperbarui saldo korbannya. Berbeda dari serangan lain seperti Sybil Attack yang memanipulasi jaringan dengan banyak akun palsu, serangan ini murni mengeksploitasi cacat logika kode program.
๐ Cara baca: ri-en-tren-si e-tek
Penjelasan
Bayangkan Anda memiliki satu kupon makan gratis di sebuah restoran. Anda menyerahkan kupon tersebut ke kasir untuk ditukar dengan makanan. Kasir memberikan makanan kepada Anda, tetapi sebelum dia sempat menandai kupon Anda sebagai sudah terpakai di komputer, Anda langsung meminta makanan tambahan dengan kupon yang sama.
Karena sistem komputer kasir terlambat memperbarui datanya, kasir terus memberikan makanan gratis kepada Anda hingga stok makanan restoran tersebut habis. Dalam dunia kripto, program otomatis bernama kontrak pintar dikelabui dengan cara yang serupa karena terlambat mencatat saldo terbaru ketika mengirimkan uang keluar.
Reentrancy Attack terjadi ketika kontrak pintar mengirim dana ke kontrak luar sebelum memperbarui saldo internalnya. Penyerang membuat kontrak pintar berbahaya yang sengaja meminta penarikan dana. Saat dana dikirim, kontrak berbahaya tersebut langsung menyela proses transaksi dan memanggil fungsi penarikan lagi, menciptakan lingkaran setan penarikan dana tanpa henti.
Serangan ini sangat berbeda dari jenis serangan lain. Sebagai perbandingan, Flash Loan Attack memanipulasi harga pasar menggunakan pinjaman instan dalam satu blok, sedangkan Reentrancy Attack fokus pada eksploitasi logika pemrograman kontrak itu sendiri. Serangan ini juga bukan seperti SIM Swap Attack yang menargetkan identitas fisik pengguna, melainkan murni kelemahan kode pemrograman di blockchain.
Kerentanan ini biasanya diselesaikan dengan menerapkan pola khusus dalam pemrograman seperti memeriksa kondisi terlebih dahulu, memperbarui saldo internal, baru kemudian berinteraksi dengan pihak luar. Mengabaikan urutan logis ini membuat kontrak pintar rentan terhadap pengurasan dana secara instan.
Secara teknis pada jaringan Ethereum, serangan ini terjadi ketika kontrak pintar target memanggil fungsi eksternal transfer seperti call.value() tanpa batas gas yang ketat, yang memicu fungsi fallback atau receive dari kontrak penyerang. Selama eksekusi fungsi fallback tersebut, penyerang melakukan pemanggilan kembali ke fungsi penarikan pada kontrak target, mengeksploitasi fakta bahwa variabel status saldo belum diperbarui di penyimpanan state EVM.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Meskipun OJK/Bappebti mengawasi perdagangan fisik aset kripto sebagai komoditas di Indonesia, regulasi tersebut tidak dapat mencegah Reentrancy Attack karena serangan ini sepenuhnya bersifat teknis pada level kode kontrak pintar. Oleh karena itu, investor kripto di Indonesia harus mandiri dan cerdas dalam memilih proyek terdesentralisasi (DeFi), serta memastikan bahwa protokol yang mereka gunakan telah melalui proses audit keamanan teknologi informasi yang ketat.
Contoh
Bayangkan Anda menukarkan voucher belanja di kasir toko retail. Kasir menyerahkan barang belanjaan Anda terlebih dahulu, namun sebelum kasir sempat menginput status voucher terpakai ke mesin kasir, Anda langsung mengajukan penarikan barang kedua menggunakan voucher yang sama berulang kali karena lambatnya sistem kasir menyimpan data transaksi tersebut.
Apa perbedaan utama Reentrancy Attack dengan Flash Loan Attack?
Perbedaan utamanya terletak pada target eksploitasi. Flash Loan Attack memanfaatkan volatilitas harga pasar dengan modal pinjaman kilat tanpa jaminan, sedangkan Reentrancy Attack memanfaatkan celah logika kode kontrak pintar yang lambat memperbarui catatan saldo saat proses transfer terjadi.
Bagaimana cara developer mencegah Reentrancy Attack?
Developer dapat mencegah serangan ini dengan menggunakan urutan kode Checks-Effects-Interactions, yaitu memeriksa kondisi, memperbarui data saldo, baru mengirim dana. Selain itu, mereka bisa memasang pengunci otomatis yang mencegah fungsi penarikan dipanggil kembali sebelum proses pertama selesai sepenuhnya.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 18 Juli 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




