Semi-Fungible Token adalah jenis aset kripto unik yang dapat berfungsi sebagai token biasa dengan nilai yang sama sebelum akhirnya berubah menjadi token unik yang tidak dapat dipertukarkan setelah digunakan. Konsep ini menggabungkan sifat likuiditas token standar dengan keunikan sertifikat digital dalam satu kontrak pintar.
๐ Cara baca: se-mi fan-ji-bel to-ken
Penjelasan
Bayangkan kamu membeli tiket konser musik. Sebelum konser dimulai, tiket milikmu dan tiket milik penonton lain di kelas yang sama memiliki nilai serta fungsi yang persis sama, sehingga bisa saling ditukar tanpa ada perbedaan nilai.
Namun, begitu konser selesai dan tiket tersebut disobek oleh petugas, tiket itu berubah menjadi barang kenang-kenangan unik. Tiket yang sudah terpakai ini tidak bisa lagi ditukar dengan tiket konser lain karena nilai kegunaannya sudah berubah dari sekadar alat masuk menjadi nilai historis pribadi.
Semi-Fungible Token (SFT) adalah evolusi dari teknologi token digital yang menjembatani batasan antara fungible token (seperti Bitcoin yang bernilai sama) dan non-fungible token atau NFT (seperti karya seni digital yang unik). Pada fase awal, SFT bertindak layaknya mata uang biasa di mana setiap unitnya identik dan memiliki nilai tukar yang setara.
Transisi sifat ini terjadi secara otomatis melalui instruksi pemrograman di blockchain saat terjadi peristiwa tertentu, seperti penebusan voucer belanja atau pemakaian tiket digital. Kemampuan ini membuat SFT sangat efisien untuk mengelola transaksi massal yang nantinya memerlukan pembuktian kepemilikan individu secara spesifik.
Secara teknis di jaringan Ethereum, Semi-Fungible Token umumnya dibuat menggunakan standar ERC-1155, berbeda dengan token biasa yang menggunakan ERC-20 atau NFT yang menggunakan ERC-721. Standar ERC-1155 ini memungkinkan satu kontrak pintar mengelola token yang dapat dipertukarkan sekaligus token unik secara bersamaan, sehingga menghemat biaya transaksi atau gas fee secara signifikan dibandingkan jika harus menerbitkan banyak kontrak terpisah.
๐ฎ๐ฉ Konteks Indonesia
Di Indonesia, aset kripto termasuk Semi-Fungible Token dikategorikan sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Transaksinya diawasi oleh OJK/Bappebti serta harus dilakukan melalui exchange yang terdaftar sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK), dengan setiap transaksi jual belinya dikenai pajak final.
Contoh
Bayangkan tiket bioskop untuk pemutaran film perdana. Sebelum film diputar, sepuluh tiket di baris kursi yang sama memiliki nilai tukar yang setara dan bisa ditukar satu sama lain karena fungsinya hanya sebagai akses masuk. Namun, setelah film selesai diputar, tiket tersebut berubah menjadi kenang-kenangan yang memiliki nilai emosional berbeda bagi tiap pemiliknya, terutama jika tiket tersebut ditandatangani oleh sang sutradara pascaacara.
Apa perbedaan utama antara NFT dan Semi-Fungible Token?
NFT sejak awal dibuat unik dan tidak dapat dipertukarkan dengan nilai setara, sedangkan Semi-Fungible Token memulai hidupnya sebagai token biasa yang bernilai sama sebelum akhirnya bertransformasi menjadi aset unik seperti NFT setelah digunakan.
Di mana Semi-Fungible Token biasanya digunakan?
Token jenis ini paling sering digunakan dalam industri game online untuk item atau tiket acara, di mana pemain membeli tiket yang awalnya bernilai sama, lalu tiket tersebut berubah menjadi barang koleksi setelah acara selesai.
๐ง Uji Paham
Istilah Terkait
Terakhir diperbarui 25 Agustus 2026. Konten bersifat informatif/edukatif, bukan nasihat keuangan atau hukum - regulasi kripto bisa berubah, selalu verifikasi ke sumber resmi (OJK/Bappebti) untuk keputusan penting.




