Dua puluh satu institusi keuangan terbesar di dunia sepakat membangun perusahaan penerbit stablecoin dolar Amerika Serikat. Aliansi yang diumumkan Selasa menempatkan Goldman Sachs, Bank of America, dan Citi sebagai pimpinan proyek.
Konsorsium mencakup institusi dari lima kawasan berbeda. Dari daratan Amerika Utara, barisan pendiri diisi oleh Capital One, Fidelity Investments, PNC, Scotiabank, TD Bank, Wells Fargo, dan WisdomTree. Kawasan Eropa diwakili oleh delapan entitas yang meliputi Santander, BBVA, Commerzbank, Crรฉdit Agricole, Deutsche Bank, Lloyds, Rabobank, dan UBS. Benua Asia Timur, Timur Tengah, dan Afrika melengkapi daftar dengan masuknya MUFG Bank, Sirius International, serta Standard Bank.
Perusahaan gabungan belum memiliki nama resmi. Pembentukan entitasnya dijadwalkan rampung pada semester kedua 2026, bergantung pada kondisi penutupan akhir. Token stablecoin dolar ditargetkan meluncur ke pasar pada semester pertama 2027. Setelah versi dolar Amerika Serikat terbit, konsorsium berencana meluncurkan stablecoin versi euro.
Solusi Swasta Pengganti CBDC
Produk koin stabil murni menjadi kewajiban swasta dari perusahaan komersial, bukan mata uang digital keluaran bank sentral atau CBDC. Washington memposisikan stablecoin dari perbankan swasta sebagai alternatif pengganti CBDC, yang dilarang oleh Presiden Trump melalui perintah eksekutif pada bulan Januari 2025.
Token dirancang untuk melayani langsung tiga tingkat pasar sekaligus: grosir, institusional, dan ritel. Entitas membidik sistem pembayaran lintas batas dan penyelesaian aset digital sebagai aplikasi pertama peluncuran. Guna memenuhi standar hukum, arsitektur stablecoin disusun mematuhi aturan GENIUS Act di Amerika Serikat serta kerangka regulasi MiCA di Uni Eropa.
JPMorgan Absen, Pesaing Lama Menunggu
Di tengah daftar pendiri, JPMorgan justru tidak tercantum dalam 21 institusi konsorsium, meskipun sebelumnya dikabarkan bergabung. Tidak ada penjelasan resmi dari pihak konsorsium soal ketidakhadiran JPMorgan dari kesepakatan akhir.
Langkah peluncuran di tahun 2027 akan berhadapan dengan Circle, penerbit USDC yang kini memegang dukungan dari Visa, Mastercard, serta Stripe lewat ekosistem Open USD. Di wilayah domestik, konsorsium harus bersaing dengan BankChain Alliance, aliansi yang mewakili 39 kelompok perbankan di tingkat negara bagian.
๐ Baca Juga21 Bank Besar Dunia Patungan Bikin Stablecoin Dolar AS - Incar Dominasi Tether di 2027
Boston Consulting Group dan Brunswick Group saat ini bertindak sebagai penasihat proyek. Keduanya menyusun rancangan awal tanpa memegang wewenang hukum yang mengikat bagi konsorsium.
Mengoordinasikan puluhan bank konvensional lintas benua sering menemui kendala birokrasi internal. Waktu yang akan membuktikan apakah koalisi ini mampu meluncurkan token tepat pada jadwal dan merebut pangsa dari pemain kripto murni yang sudah beroperasi.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: 21 Bank Besar Dunia Patungan Bikin Stablecoin Dolar AS - Incar Dominasi Tether di 2027
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




