Sebanyak 72% responden asal El Salvador tercatat pernah memiliki Bitcoin, angka tertinggi di dunia menurut indeks terbaru Cornell University. Riset yang mensurvei 25.880 orang dari 25 negara dengan 125 pertanyaan per responden antara Desember 2024 hingga Maret 2025 itu juga menempatkan Venezuela dan Nigeria di urutan berikutnya.
Tingkat kepemilikan tertinggi justru didominasi responden berpendapatan rendah di 23 dari 25 negara yang diteliti. Mereka masuk ke pasar kripto terdorong kebutuhan finansial nyata, seperti menghadapi tekanan inflasi, kontrol devisa ketat, minimnya akses perbankan, dan sulitnya mendapat dolar AS.
Insentif Awal dan Syarat Baru IMF
Kepemilikan di El Salvador sempat memuncak berkat insentif $30 di dompet Chivo pada awal adopsi, namun pengguna aktifnya terus menyusut. Persentase pemakai aktif jatuh dari 25,7% pada 2021 menjadi 8,1% pada 2024.
Tren penyusutan berlanjut seiring perubahan kebijakan pada Februari 2025 setelah penandatanganan perjanjian $1,4 miliar dengan IMF. El Salvador membebaskan pihak swasta dari kewajiban menerima Bitcoin, mengharuskan pembayaran pajak dalam dolar, dan menyetop jaminan konversi oleh pemerintah.
Pola perpindahan serupa terjadi di tingkat global. Laporan Cornell mencatat jumlah mantan pemilik melampaui pemilik aktif di 18 dari 25 negara yang disurvei.
Tahu Nama Tapi Asing Aturan
Tingginya tingkat adopsi nyatanya tidak sejalan dengan penguasaan literasi teknis. Hanya 58% responden global yang tahu pasokan maksimal Bitcoin dibatasi di angka 21 juta keping.
Di Amerika Serikat, 85% responden sudah mendengar keberadaan Bitcoin dan 38% mengklaim memahaminya, dengan 24% mengaku pernah memilikinya. Kenyataannya, cuma 6% warga AS yang benar-benar tahu soal batas pasokan 21 juta keping.
Minimnya pemahaman teknis berbanding lurus dengan rendahnya tingkat keyakinan. Skor kepercayaan rata-rata Bitcoin dari 25 negara menetap di angka 4,67 dari skala 10, tertinggal di bawah posisi emas, properti, dan mata uang nasional.
๐ Baca JugaBitfinex Listing 5 Token Saham Bitcoin Treasury - Termasuk Strategy yang Raup $333,7 Juta Tanpa Beli BTC
Venezuela Pilih Dolar Digital
Kondisi berbeda berlangsung di negara yang memakai kripto sebagai sarana ekonomi pertahanan dasar. Data kuartal pertama 2026 dari TRM Labs menempatkan Venezuela di peringkat 17 dunia untuk aktivitas kripto retail lewat volume transaksi $17,9 miliar.
Warga yang berhadapan dengan tekanan inflasi harian lebih memilih bertransaksi dengan dolar digital. USDT memonopoli 90,2% penawaran perdagangan peer-to-peer berpasangan mata uang bolivar di platform bursa Binance.
Adopsi aset digital melesat cepat ketika sistem perbankan konvensional macet, tetapi loyalitas pengguna murni bergantung pada fungsi kegunaan harian. Saat iming-iming insentif awal memudar, dompet digital lekas ditinggalkan dan dibiarkan kosong.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




