๐Ÿ“… Kamis, 3 September 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
FBI Bajak Situs Donasi Hamas dan Sita $560 Ribu Kripto - Ribuan Identitas Penyumbang Kini Terlacak

FBI Bajak Situs Donasi Hamas dan Sita $560 Ribu Kripto - Ribuan Identitas Penyumbang Kini Terlacak

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyita aset kripto senilai sekitar $560.000 yang ditujukan kepada sayap militer Hamas, Al-Qassam Brigades. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan penyitaan uang digital ini pada Selasa.

Tiga surat perintah pengadilan bertanggal 25 Maret, 25 Juni, dan 10 Oktober 2025 menjadi landasan hukum penyitaan. Aset sitaan membentang melintasi berbagai jaringan blockchain. Kripto yang ditarik mencakup Bitcoin, Ethereum, Wrapped Ethereum, Tether, dan Tron.

Penegak hukum menyedot seluruh nilai aset dari 18 alamat dompet berbeda yang beroperasi di bawah kendali pihak Tether. Aparat juga membersihkan saldo dari tiga akun milik pengguna di bursa kripto Binance.

Menyadap dari Dalam

Operasi siber aparat memukul langsung pusat infrastruktur daring Al-Qassam Brigades. FBI mengambil alih domain web sekaligus server utama dari situs AlQassam.ps. Selama ini, pengelola menggunakan halaman web itu untuk merotasi alamat dompet kripto secara berkala saat meminta donasi publik demi menyembunyikan jejak.

Penguasaan penuh atas web AlQassam.ps membuka gerbang intelijen luas bagi FBI. Melalui kendali atas server, penegak hukum dapat mencegat aliran donasi baru sebelum uangnya masuk ke kantong sayap militer. Aparat turut mengumpulkan informasi identitas ribuan orang yang pernah menghubungi Hamas lewat jalur komunikasi di situs itu.

Langkah Amerika Serikat pada Selasa merupakan bagian dari kampanye bertahun-tahun untuk melumpuhkan pendanaan kripto jaringan Hamas. Pada Maret 2025, satu surat perintah sebelumnya memicu penyitaan kripto senilai $201.400. Dana ditarik dari sebuah alamat penerima yang tercatat menampung kiriman lebih dari $1,5 juta sejak Oktober 2024.

Buku Besar Terbuka Jadi Saksi

Tekanan internasional terhadap jalur uang kelompok bersenjata ini berulang kali menyasar aktivitas pasar bursa. Kepolisian Israel membekukan sejumlah akun pengguna Binance yang diduga berafiliasi dengan Hamas pada 2023. Merespons perintah penegak hukum, manajemen Binance menyatakan menahan aset di sekitar 14 persen dari total 1.500 dompet yang dilaporkan aparat Israel.

Validator Core DAO Akali Sistem Cetak Reward Berlebih - Bursa Kompak Tutup Pintu Keluar๐Ÿ“Œ Baca JugaValidator Core DAO Akali Sistem Cetak Reward Berlebih - Bursa Kompak Tutup Pintu Keluar

Pejabat keamanan Amerika Serikat menjamin pelacakan aset kripto terlarang tidak akan berhenti. Asisten Direktur FBI Brett Leatherman menyebut lembaganya memiliki kewajiban memutus infrastruktur uang gelap. “FBI akan terus menggunakan kewenangannya untuk mencegat dana ilegal dan mencegah organisasi teroris mengeksploitasi jaringan digital,” katanya.

Jaksa AS Jeanine Ferris Pirro menyoroti langsung titik kelemahan penggalang dana. “Pesan untuk Hamas: kami akan menghentikan penggalangan dana teror kalian. Kripto kalian rentan,” tegas Pirro.

Kasus peretasan server donasi ini membuktikan bahwa anonimitas kripto memiliki batas. Transaksi di blockchain mungkin dirancang untuk menghindari lembaga keuangan tradisional, namun saat dompet uang digital dihubungkan dengan server web biasa, aparat pada akhirnya selalu bisa menjerat pelakunya.

Dilansir dari Decrypt.

Baca juga: Lazarus Korea Utara Cuci Bitcoin $30 Juta di Hyperliquid - Persis Saat Platform Melobi AS


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share