Protokol derivatif terdesentralisasi AFX kehilangan 24,15 juta USDC pada 22 Juli 2026 pukul 21:27 UTC. Pelakunya tidak mengeksploitasi smart contract, melainkan menyamar sebagai perekrut tenaga kerja untuk mengelabui pengembang dan membobol infrastruktur internal.
Kini, protokol itu harus merumuskan rencana kompensasi untuk menambal kerugian para nasabahnya.
Bermula dari Lowongan Kerja Bodong
Penyerang mendekati salah satu pengembang perangkat lunak AFX pada 9 Juli 2026. Menyamar sebagai perekrut dari entitas bernama “Oddium Lab”, mereka membujuk korban untuk menduplikasi sebuah repositori kode yang sepintas terlihat wajar. Di baliknya, repositori itu memuat konfigurasi Git berbahaya yang menjalankan muatan tersembunyi setiap kali pengembang menjalankan alur kerja rutin.
Akses awal ini dimanfaatkan penyerang untuk mengunggah plugin Groovy beracun ke repositori artefak JFrog milik AFX. Dari situ, mereka mendapat akses eksekusi kode jarak jauh ke sistem manajemen internal berbasis Ansible. Karena sistem ini punya hak istimewa ke node validator, peretas leluasa bergerak meretas infrastruktur produksi. Puncaknya, validator yang terinfeksi ikut menandatangani transaksi jembatan lintas-rantai yang mentransfer 24,15 juta USDC ke luar ekosistem AFX. Dana curian itu kemudian dipindah dari Arbitrum ke Ethereum dan ditukar menjadi sekitar 12.467 ETH.
Siapa Dalang di Baliknya?
Berdasarkan hasil forensik, AFX menyimpulkan taktik serangan ini identik dengan pola kerja UNC4899 atau TraderTraitor. Kelompok peretas ini terafiliasi dengan pemerintah Korea Utara dan selama ini dipantau ketat oleh Mandiant, Microsoft, FBI, serta Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA). Insiden ini membuktikan bahwa serangan rantai pasokan perangkat lunak mampu merampok aset kripto tanpa perlu membobol keamanan bawaan blockchain.
📌 Baca JugaHacker Kuras 594 BTC dari 500 Dompet Coldcard - Saat AI Penyerang Mengalahkan AI Pembuatnya
Menanggapi insiden ini, AFX menjadwalkan rilis dokumen kompensasi atau “goodwill plan” untuk para pengguna terdampak pada Senin, 3 Agustus 2026. AFX juga menegaskan jaringan utama Arbitrum maupun jembatan bawaannya tetap aman. Serangan murni terjadi pada infrastruktur dan jembatan penyimpanan khusus yang dioperasikan AFX. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Steven Goldfeder, salah satu pendiri Offchain Labs, yang mengonfirmasi bahwa transaksi mencurigakan itu bersumber dari protokol pihak ketiga dan bukan jembatan inti Arbitrum.
Pascaperetasan, AFX mengklaim telah membangun ulang seluruh infrastruktur mereka, merotasi semua kata sandi, memperketat pemantauan, dan beralih ke arsitektur jaringan tanpa kepercayaan (zero-trust). Namun bagi industri kripto pada umumnya, celah masuk peretas lewat tawaran pekerjaan palsu ini menjadi pengingat pahit. Secanggih apa pun keamanan kriptografi di tingkat jaringan, uang jutaan dolar bisa lenyap hanya karena kelengahan satu karyawan saat membalas pesan di internet.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




