Tim pengembang MultiversX mengumumkan investigasi aktif terhadap sebuah masalah potensial di jaringan utama mereka pada 19 September 2026 sekitar pukul 10.00 UTC. Pengumuman perdana ini meluncur tanpa klasifikasi insiden yang definitif. Proyek blockchain layer-1 itu menyatakan bahwa mereka sedang menelusuri anomali yang terdeteksi di lingkungan blockchain live, dan menetapkan perlindungan pengguna sebagai prioritas mutlak di tahap awal ini.
Menyikapi kekhawatiran publik, tim MultiversX menyatakan mereka belum mengategorikan insiden ini sebagai kasus kritis. Statusnya dipastikan bukan sebuah exploit peretasan dari pihak luar, bukan pemadaman jaringan total, dan bukan pula kegagalan konsensus antar-node. Bukti lapangan sejalan dengan pernyataan itu: nihil laporan mengenai penyedotan dana, nihil dompet pengguna yang terpengaruh, dan tidak ada kerugian finansial yang tercatat sejauh ini.
Tunggu 12 Jam Tanpa Arahan Khusus
Di tengah penelusuran, pihak pengembang memutuskan untuk tidak menyebarkan instruksi darurat. Para pengguna jaringan sama sekali tidak diarahkan untuk menghentikan transaksi harian, menarik keluar dana mereka, atau mengambil tindakan mitigasi tambahan. Pengguna hanya diminta menunggu pembaruan informasi kedua yang dijadwalkan terbit dalam 12 jam setelah pengumuman pertama, atau disiarkan lebih awal kalau tim menemukan diagnosis akhir sebelum waktu itu habis.
Sebagai blockchain layer-1, MultiversX menjadi landasan bagi seluruh aktivitas ekonomi di ekosistemnya. Jaringan ini ditopang koin native EGLD yang berfungsi esensial sebagai alat pembayar biaya transaksi, jaminan dalam aktivitas staking, serta bobot penentu dalam sistem tata kelola. Kendala teknis di tingkat fondasi berpotensi merambat langsung ke utilitas koin utama tersebut.
Lokasi Masalah Belum Diumumkan
Kendala utama dalam menilai tingkat risiko saat ini adalah ketiadaan rincian tentang jenis masalah yang dikonfirmasi. Tim investigasi belum menunjuk satu pun komponen tumpukan jaringan yang memicu anomali. Potensi asal kerusakannya terbentang luas, mulai dari fungsi produksi blok inti, aplikasi desentralisasi di atas jaringan, antarmuka dompet, protokol jembatan lintas-rantai, hingga kemungkinan malfungsi dari layanan pihak ketiga.
๐ Baca JugaMantan Bankir Hong Kong Palsukan Surat Kredit $1,6 Miliar - Imbalannya Suap Kripto $470 Ribu Berujung 4 Tahun Penjara
Karena letak spesifik masalah di dalam arsitektur jaringan ini belum ditemukan, dampak nyatanya terhadap aset pengguna benar-benar belum bisa diukur secara pasti. Bagi barisan pemegang EGLD, masa jeda pelacakan 12 jam ini menuntut kehati-hatian dalam bertransaksi sebelum kesimpulan dari tim investigasi terungkap sepenuhnya. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Bot Trading AI Palsu Curi 274,6 ETH - Begini Cara 224 Korban Dijebak Deploy Kontrak Jahat Sendiri
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




