Volume perpetual futures aset dunia nyata (RWA) menyentuh $61,7 miliar selama tujuh hari terakhir di bursa Hyperliquid dan Binance. Menurut data Talos, angka itu setara 99,2% dari volume perpetual Bitcoin di kedua platform ini. Kontrak saham tertoken mendominasi transaksi dengan porsi 57,8% dari total volume RWA perp, sementara komoditas menyumbang 28,2%.
Sebagai kategori terbesar di kelompok RWA perp, saham tertoken menggerakkan sebagian besar arus modal ini. Data terpisah dari RWA.xyz mencatat nilai on-chain RWA kini berada di kisaran $36,8 miliar, tidak termasuk stablecoin. Dari skala pasar yang lebih luas, total volume futures kripto minggu ini menembus $821,4 miliar, dan RWA perp mengambil porsi 7,5% dari volume total.
Pergeseran Arah dari Aset Kripto Asli
Momentum pertumbuhan ini paling kentara di Hyperliquid. Sepanjang 13 hingga 19 Juli, platform ini mencatat volume RWA perp sebesar $25,1 miliar, yang langsung melampaui total gabungan semua kategori perpetual lain yang diperdagangkan di sana. Tren ini makin kencang pada pembacaan data awal minggu terkini, di mana volume RWA perp naik ke $37,2 miliar dan melewati Bitcoin perp dengan selisih 9%.
CEO Circle Jeremy Allaire melihat lonjakan perdagangan di Hyperliquid ini sebagai sinyal penting bagi industri. Menurutnya, pertumbuhan ini menandai arah industri kripto yang mulai beranjak dari sekadar spekulasi pada aset digital endogen. Jaringan blockchain perlahan membuktikan fungsinya sebagai infrastruktur perdagangan bagi instrumen dari luar ekosistem yang bernilai miliaran dolar.
Kenapa Model Ini Diincar Bursa Tradisional
Firma investasi Pantera Capital pada awal Juli lalu telah memprediksi potensi perpetual futures sebagai instrumen yang kelak mendominasi perdagangan di luar pasar kripto. Mereka mencatat tiga keunggulan utamanya: pasar beroperasi 24 jam penuh setiap hari, tidak memiliki batasan tanggal kedaluwarsa kontrak, dan menawarkan manajemen posisi yang jauh lebih sederhana bagi para pedagang.
📌 Baca JugaPemegang Lama Bitcoin Kunci Posisi Saat Harga Sentuh $64.463 - Pergerakan Koin Tidur Anjlok ke Titik Terendah Sejak 2022
Keunggulan operasi tanpa henti ini perlahan mengusik kubu keuangan tradisional. Jeffrey Sprecher, CEO Intercontinental Exchange (ICE) yang juga pemilik bendera besar New York Stock Exchange (NYSE), merespons tren ini dengan meminta para regulator agar menciptakan landasan aturan yang setara bagi perpetual futures on-chain yang sanggup berjalan 24 jam sehari tanpa hambatan operasional.
Ketika eksekutif bursa efek terbesar di Amerika mulai memperhitungkan standar blockchain, batas antara keuangan desentralisasi dan pasar konvensional kian memudar. Inovasi instrumen yang awalnya lahir hanya untuk memfasilitasi trader koin digital kini menjadi arena baru bagi saham dan komoditas. Kemampuan mengeksekusi perdagangan tanpa batas waktu ini memaksa pemain lama untuk memikirkan ulang sistem warisan mereka yang masih wajib libur di akhir pekan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




