Penyelidik blockchain ZachXBT, pihak pertama yang menyebarkan notifikasi insiden pemerasan Revolut, menyatakan serangan ini tampaknya sengaja ditargetkan ke pengguna kripto berprofil tinggi. Laporan Decrypt mengonfirmasi dugaan itu dengan rincian cara komplotan peretas menyeleksi 680 akun nasabah yang menjadi korban.
Peretas menjalankan analisis blockchain terlebih dahulu untuk mengidentifikasi nasabah Revolut dengan simpanan kripto bernilai besar on-chain, baru kemudian membidik akun-akun incaran. Kasus ini menjadi insiden terdokumentasi pertama ke publik di mana analisis on-chain digunakan aktif untuk memilih sasaran pemerasan - bukan sekadar sarana melacak aliran dana sesudah uang dicuri.
Namun kelincahan membaca dompet kripto ini dibarengi taktik pengelabuan yang menyasar langsung prosedur layanan pelanggan.
Email Pemerintah Italia yang Dikompromikan
Pelaku mendapatkan data nasabah lewat sistem email pemerintah Italia yang telah mereka kompromikan selama beberapa bulan.
Pihak Revolut merespons lalu menyerahkan data karena permintaan informasi yang masuk menggunakan domain email lembaga pemerintah sah dengan autentikasi valid. Taktik manipulasi ini masuk kategori penipuan penyamaran eksternal yang canggih.
Informasi yang dicuri meliputi identitas diri berupa nama, tanggal lahir, pekerjaan, alamat rumah, salinan paspor atau SIM, sampai foto selfie verifikasi KYC. Pelaku turut mengamankan laporan rekening yang memuat nomor IBAN, referensi dompet, catatan penarikan, beserta riwayat transaksi lengkap milik nasabah.
Kenapa Meminta Tebusan Monero
Lewat situs web khusus, komplotan peretas memajang nominal tuntutan “6.000 XMR / $3.000.000” dengan pesan ancaman untuk menjual semua data curian jika uang tidak dibayar.
๐ Baca JugaHacker Korea Utara Tanam Malware di Tron dan Aptos - Aktivitas Kejahatan On-Chain Naik 420% Setahun Terakhir
Pemilihan Monero didasari oleh fitur ring signature dan stealth address yang mampu mengaburkan identitas pengirim, penerima, dan nominal perpindahan koin. Tingkat privasi ini pula yang membuat bursa kripto besar seperti Binance, Coinbase, dan Kraken menghapus Monero dari platform mereka.
Syarat tebusan Monero sedikit menyimpang dari tren keamanan siber. Firma analitik TRM Labs menyatakan kebanyakan aksi peretasan saat ini masih diselesaikan memakai Bitcoin karena koin ini jauh lebih mudah didapat, dipindahkan, dan dikonversi dalam skala besar.
Insiden pembobolan Revolut memberi peringatan gamblang bagi investor kripto: transparansi buku besar transaksi kini berbalik dipakai untuk meruntuhkan benteng privasi pengguna di platform terpusat.
Dilansir dari Decrypt.
Sebelumnya: Revolut Ditodong 6.000 Monero dalam 24 Jam - Data Paspor 680 Nasabah Jadi Taruhan
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




