๐Ÿ“… Kamis, 1 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
India Tarik Inflow CEX $88,4 Miliar - Tapi Ekonomi Kripto Negaranya Justru Susut 14,7%

India Tarik Inflow CEX $88,4 Miliar - Tapi Ekonomi Kripto Negaranya Justru Susut 14,7%

India mencatat dana masuk ke bursa kripto terpusat (CEX) sebesar $88,4 miliar antara Juli 2025 hingga Juni 2026. Laporan Chainalysis menempatkan nominal ini sebagai inflow CEX tertinggi di kawasan Asia Selatan, Tenggara, dan Oseania (CSAO), melampaui capaian Singapura dan Australia.

Namun tingginya penyetoran ke bursa ini bertolak belakang dengan total aktivitas kripto India yang hanya mencapai $135 miliar. Angka ini menempatkan India di peringkat ketiga CSAO, di bawah Singapura yang membukukan aktivitas $284 miliar dan Australia dengan $173,1 miliar. Keseluruhan ekonomi kripto India bahkan menyusut 14,7%, mencatatkan salah satu penurunan terdalam di kawasan CSAO selama kondisi bear market global.

Beban Pajak dan Matinya Bursa Domestik

Porsi volume platform domestik India kini hanya tersisa 0,7% dari total volume bursa keseluruhan, jauh di bawah rata-rata volume domestik CSAO yang menyentuh 7%. Volume transaksi di bursa lokal India terus anjlok sejak awal 2022 akibat beban aturan pajak yang menekan minat investor.

Pemerintah India memungut pajak keuntungan kripto sebesar 30% dan pajak 1% per transaksi (TDS). Aturan ini mewajibkan platform dalam negeri memotong pajak TDS pada tiap transaksi, sementara platform offshore tidak terikat kewajiban serupa, yang mendorong pedagang memindahkan volume ke luar negeri.

Taktik Keras Regulator Menekan Bursa Luar

Untuk melacak aktivitas dana yang berpindah ke platform asing, Financial Intelligence Unit (FIU) India mengirimkan surat ketidakpatuhan kepada 15 bursa kripto offshore pada September lalu. Bursa seperti Weex, Blofin, WOO X, dan WhiteBIT masuk dalam daftar penerima surat peringatan ini.

Tindakan hukum terhadap entitas bursa asing sebelumnya menimpa Binance, yang terpaksa mendaftar ke FIU dan membayar denda 188,2 juta rupee. Pengetatan ini berlanjut pada Juni 2026, saat FIU mewajibkan sedikitnya tiga bursa besar menyerahkan catatan transaksi over-the-counter (OTC) bernilai di atas $10.000 mundur hingga Januari 2026. Pemerintah India juga memperluas kerangka pelaporan pajak internasional pada Agustus demi melacak transaksi aset kripto tertentu dan CBDC.

Siapa yang Membeli Saat Pasar Turun?

Di tengah penyusutan pasar, kelompok investor berusia 35 tahun ke atas justru mulai masuk ke bursa dengan membawa portofolio modal yang lebih besar.

Wall Street Balik Arah: Citi Kerek Target Bitcoin ke $113.000 Usai Tembok RUU Senat Runtuh๐Ÿ“Œ Baca JugaWall Street Balik Arah: Citi Kerek Target Bitcoin ke $113.000 Usai Tembok RUU Senat Runtuh

CEO Mudrex Edul Patel mengonfirmasi tren demografi ini dengan mencatat perubahan perilaku pengguna dari berdagang cepat (flip) menjadi akumulasi aset. Co-founder CoinSwitch Ashish Singhal menilai investor India kini menempatkan kripto murni sebagai instrumen investasi dengan pendekatan beli, pegang, lalu jual.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: Imbal Hasil Obligasi AS Menuju Rekor 6% - Ironinya Lonjakan Ini Justru Memperkuat Posisi Bitcoin


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share