Satu angka mengubah suasana pasar dalam hitungan menit. Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat turun 0,4% secara bulanan pada Juni 2026 - penurunan bulanan terbesar sejak April 2020 - dan Bitcoin langsung melonjak +2,3% ke kisaran $64.300 begitu data dirilis Selasa (14/7). Angka itu jauh melampaui perkiraan para ekonom, yang cuma memproyeksikan penurunan tipis 0,1%.
Yang lebih menarik, Ethereum justru naik lebih kencang: +5,4% ke sekitar $1.890 di periode yang sama. Ledakan itu bukan cuma soal sentimen. Data CoinGlass mencatat likuidasi posisi short kripto tembus $220 juta dalam 24 jam usai rilis data. Akun analis ‘Exitpump’ di X menyebut para trader yang bertaruh harga turun ‘diperas’ (squeezed), dan tekanan itulah yang mendorong harga naik lebih cepat.
Kenapa Data Inflasi Ini Bikin Kripto Semringah
Secara tahunan, inflasi AS melandai ke 3,5% dari perkiraan 3,8% - turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Inflasi inti, yang mengecualikan harga makanan dan energi yang gampang bergejolak, ikut turun ke 2,6% dari 2,9% bulan sebelumnya. Pemicu utamanya adalah anjloknya harga energi sebesar 5,7% secara bulanan, meski sebelumnya perang AS-Israel-Iran sempat menekan pasokan energi global lewat ancaman penutupan Selat Hormuz.
Bagi pasar aset berisiko seperti kripto, inflasi yang mereda berarti satu hal: peluang bank sentral menahan diri dari mengetatkan uang jadi lebih besar. Pasar kini makin yakin The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% bulan ini, menurut probabilitas dari CME FedWatch - meski kenaikan 25 basis poin pada September masih dianggap mungkin terjadi. Fabian Dori, Chief Investment Officer bank kripto Sygnum, menyebut data ini sebagai sinyal pertama bahwa tekanan energi dari musim semi mulai mereda, bukan malah melebar.
Tembok $64.800 dan Mimpi ke $100.000
Meski euforia terasa, para trader belum berani lengah. Resistance kuat masih mengunci di rentang $64.000-$64.800. Analis dengan akun X ‘Killa’ memperingatkan, jika Bitcoin gagal merebut kembali level pembukaan mingguan, harga berpotensi turun lagi ke area $60.000. Artinya, lonjakan hari ini belum tentu berlanjut jadi tren.
📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan
Di sisi optimis, Matt Mena dari 21Shares menilai jika ketegangan dengan Iran tak memburuk, fundamental mulai sejalan untuk mendorong Bitcoin ke $100.000 pada akhir kuartal. Investor kripto populer Anthony Pompliano bahkan menyindir di X bahwa inflasi mereda persis seperti prediksinya, dan menyebut para ‘peramal kiamat’ salah besar.
Yang menarik dari momen ini bukan sekadar angka hijau di layar, melainkan betapa cepat satu rilis data ekonomi bisa membalik posisi jutaan dolar taruhan. Selama tembok $64.800 belum benar-benar jebol, euforia hari ini sebaiknya dibaca sebagai peluang - bukan kepastian.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




