Presiden Trump bersiap menunjuk Jay Clayton sebagai AI czar baru Amerika Serikat. CNN dan sejumlah media nasional menyiarkan kabar pengangkatan ini mengutip sumber anonim di lingkaran dalam pemerintahan. Kabar penunjukan czar baru muncul berdekatan dengan manuver pengawasan teknologi dari pemerintah. Trump baru saja mengumpulkan para bos perusahaan teknologi untuk menandatangani komitmen pengawasan mandiri atas operasional model AI mereka.
Peran ganda yang diusulkan tidak menggeser jabatan utama Clayton. Ia sekarang aktif bertugas sebagai direktur intelijen nasional Amerika Serikat. Sumber anonim memastikan Clayton bakal mempertahankan kursi pimpinan intelijennya sembari memikul tanggung jawab tambahan di ranah kebijakan kecerdasan buatan. Senat Amerika Serikat baru mengonfirmasi posisinya untuk memimpin komunitas intelijen pada Juli lalu.
Nama Clayton mengukir rekam jejak panjang di sektor penegakan hukum dan regulasi. Pada periode pertama pemerintahan Trump, ia menduduki kursi Ketua Securities and Exchange Commission (SEC). Pengalaman hukumnya mencakup masa tugas sebagai jaksa interim untuk Distrik Selatan New York. Pelaku industri aset digital mengenalnya sebagai regulator keras. Saat memimpin SEC, ia mengawasi langsung berbagai tindakan penegakan hukum terhadap rentetan proyek kripto.
Mengisi Kursi Kosong David Sacks
Posisi pucuk pimpinan pengawas AI kembali lowong pasca mundurnya David Sacks. Mantan czar kripto dan AI itu mengakhiri masa tugasnya karena aturan hukum - ketentuan yang membatasi masa kerja maksimal 130 hari bagi pegawai pemerintah khusus. Rencana penunjukan figur pengganti sejalan dengan cetak biru pertahanan teknologi negara. Sejak September 2026, Trump merancang pembentukan AI Force yang beroperasi meniru model Space Force dan mensyaratkan czar baru untuk memimpinnya.
Sikap Clayton terhadap mesin pintar terekam saat proses sidang konfirmasi di Senat. Di hadapan para anggota dewan, ia melabeli teknologi kecerdasan buatan sebagai pengubah arah permainan. Ia memandang kemajuan mesin ini bukan sekadar peluang, melainkan ancaman yang menuntut pengawasan ketat.
Bantahan Resmi dari Gedung Putih
Belum ada dokumen resmi Gedung Putih yang membenarkan kabar rangkap jabatan ini. Seorang pejabat pemerintah menepis laporan media dan menyebut isu pengangkatan murni spekulasi publik. Pejabat bersangkutan menegaskan pengumuman pergantian personel penting akan datang langsung dari presiden.
๐ Baca JugaSEC Rombak Aturan Kustodi Kripto - Manajer Investasi Kini Boleh Pegang Aset Klien Sendiri
Tugas memimpin lembaga intelijen sekaligus mengawasi arah perkembangan kecerdasan buatan membutuhkan keseimbangan ekstra. Industri teknologi kini menanti kepastian, sembari menakar apakah rekam jejak Clayton menertibkan pasar kripto akan kembali ia pakai untuk mendisiplinkan pengembang sistem AI.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




