Asia Pasifik mendominasi peta penggunaan aset digital dunia. Laporan Global Crypto Adoption Index 2026 dari Chainalysis menunjukkan sembilan negara dari kawasan ini mengisi daftar 20 besar tingkat adopsi kripto global, mengambil porsi hampir separuh dari keseluruhan peringkat.
Jepang menduduki posisi tertinggi kawasan Asia Pasifik pada peringkat 4 dunia, disusul Korea Selatan di posisi 5, dan India di urutan 6. Thailand menempati peringkat 8, sementara China menyusul di urutan 12 dalam daftar adopsi kripto ini.
Indonesia masuk di peringkat 14 adopsi global. Posisi Indonesia berada di atas Australia yang menempati urutan 15, Vietnam di nomor 18, serta Filipina yang menutup daftar negara Asia Pasifik di peringkat 19.
Angka adopsi tinggi di kawasan ini tidak digerakkan oleh jual-beli koin di bursa, melainkan oleh penyelesaian pembayaran harian.
Solusi untuk Mata Uang Terfragmentasi
Area pertumbuhan terbesar di kawasan Asia Pasifik ditopang oleh tingginya transfer stablecoin lintas batas. Co-founder dan CEO StraitsX, Tianwei Liu, menyampaikan kepada Cointelegraph bahwa lanskap mata uang dan sistem pembayaran di wilayah Asia masih terfragmentasi.
Fragmentasi sistem keuangan antarnegara memicu tingginya permintaan terhadap instrumen penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin. Permintaan pemakaian aset kripto patok dolar ini meluas hingga ke tingkat pengeluaran belanja ritel masyarakat Asia.
Stablecoin kini beroperasi langsung di balik layar berbagai metode pembayaran yang sudah biasa digunakan oleh para pengguna dalam keseharian mereka.
Kebijakan Ekonomi Baru dan Pergerakan Industri
Pertumbuhan tingkat adopsi kawasan ini mendapat dukungan dari perubahan kerangka kebijakan. Pemerintah Australia baru saja menyusun rencana ekonomi 40 tahun yang menetapkan aset digital serta kecerdasan buatan (AI) sebagai sektor kunci penentu pertumbuhan ekonomi negara.
๐ Baca JugaBitcoin Mundur ke Support $85.000 - Nasib Reli Kini Bergantung Pembelian Segar Korporasi
Rilis laporan Chainalysis ini meluncur ke publik bersamaan dengan konfirmasi peretasan besar bursa kripto. Bitget mengonfirmasi platform mereka baru saja dieksploitasi dengan total kerugian menyentuh $351,6 juta.
Di sudut industri lainnya, Binance menyuntikkan modal $100 juta ke penerbit stablecoin Circle. Investasi tunai ini menjadi bagian dari kesepakatan perluasan perjanjian kerja sama lima tahun antara kedua entitas.
Bagi pengguna di Indonesia, rincian data Chainalysis membuktikan fungsi aset digital yang perlahan berubah. Kripto kini menjalankan tugas riil sebagai infrastruktur penyelesaian pembayaran antarnegara, menyalip jalur pengiriman uang tradisional yang mahal dan memakan waktu.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Trader Opsi Pasang Taruhan $3,2 Juta - Bidik Bitcoin Sentuh $95.000 Akhir Oktober
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




