Payward, induk perusahaan bursa kripto Kraken, memundurkan rencana pencatatan saham perdana (IPO) mereka ke kuartal kedua 2027 paling cepat. Jadwal itu meleset dari rencana awal akibat melemahnya harga aset kripto dan lesunya volume perdagangan. Rapor emiten kripto yang baru melantai turut menjadi pengganjal; saham BitGo yang listing pada Januari 2026 kini diperdagangkan 36% di bawah harga IPO-nya.
Penundaan terjadi meski Payward sudah memegang valuasi $20 miliar. Perusahaan menyelesaikan pendanaan pra-IPO $800 juta dalam dua tahap, termasuk suntikan modal $200 juta dari Citadel Securities. Mereka menyerahkan draf registrasi Form S-1 diam-diam kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada November 2025. Sampai sekarang belum ada kejelasan soal harga saham, kode emiten, maupun bursa tujuannya.
Volume Turun, Belanja Jalan Terus
Pada kuartal kedua 2026, pendapatan Payward yang disesuaikan naik 17% dari tahun lalu menjadi $508 juta. Jumlah akun terdanai melonjak 42% ke 6,6 juta akun, sementara aset yang tersimpan di platform menyentuh $40 miliar.
Kenaikan pendapatan berbenturan dengan menyusutnya aktivitas transaksi. Total volume perdagangan di platform turun 13% dibanding tahun sebelumnya menjadi $310 miliar, menekan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan ke $23 juta. Tekanan biaya operasional berujung pada pemutusan hubungan kerja 150 karyawan, atau 5% dari total staf, pada Mei 2026.
Pemangkasan staf beriringan dengan aksi perusahaan membeli entitas lain. Payward mengakuisisi NinjaTrader senilai $1,5 miliar dan Bitnomial seharga $550 juta. Mereka juga mengambil alih Breakout serta Backed Finance, penerbit token xStocks.
Alasan Regulasi dan Tren Penundaan Massal
Co-CEO Kraken Arjun Sethi menyatakan akses ke modal publik bukanlah dorongan utama perusahaannya melakukan IPO. Pencatatan saham publik lebih ditujukan untuk membangun kepercayaan regulasi dan mendukung rencana jangka panjang. Eksekusi peluncurannya tetap menunggu persetujuan SEC serta perbaikan kondisi pasar.
๐ Baca JugaBinance Buka Opsi Fisik 1.000 Saham AS - Buntut Dari Ledakan Volume TradFi $433 Miliar
Kraken bukan satu-satunya nama di industri kripto yang mengerem laju ke bursa saham. Grayscale, Consensys, dan Ledger juga menunda rencana IPO mereka. Ledger bahkan sempat dipasarkan dengan valuasi $4 miliar tanpa pernah menyerahkan dokumen S-1. Pola penundaan ini mempertegas bahwa valuasi privat yang tinggi tidak menjamin mulusnya jalan ke pasar publik saat selera investor sedang surut. Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Binance Buka Opsi Fisik 1.000 Saham AS - Buntut Dari Ledakan Volume TradFi $433 Miliar
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




