Satu kursi penting di Wall Street baru saja diisi oleh pemain dari wilayah Timur. HashKey Exchange resmi bergabung dengan Digital Assets Advisory Services Industry Working Group milik DTCC (Depository Trust & Clearing Corporation). Langkah ini menjadikan HashKey sebagai perusahaan kripto Asia pertama yang masuk ke kelompok kerja aset digital itu.
Di dalam wadah bentukan DTCC, mereka langsung bersinggungan dengan para pemain besar. HashKey kini duduk berhadapan dengan lebih dari 100 institusi keuangan dan manajer aset tingkat global. Nama-nama asal Wall Street seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Nasdaq, dan NYSE sudah lebih dulu menduduki kursi keanggotaan.
Penguasa Kustodian $114 Triliun Beralih ke Blockchain
Peran DTCC krusial sebagai infrastruktur inti pasca-perdagangan untuk pasar keuangan tradisional. Lembaga kustodian itu mengelola aset likuid senilai $114 triliun. Rentang penyimpanannya mencakup berbagai instrumen utama termasuk jajaran saham dan ETF dari berbagai pasar global.
Mereka memegang kalender pasti untuk berekspansi ke ranah blockchain. Akses perdana menuju produk sekuritas yang ditokenisasi dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026. Rencana peluncuran berjalan beriringan dengan aktivitas perumusan standar dari kelompok kerja industri yang baru saja menerima HashKey.
Izin Khusus dan Sinyal Hijau dari SEC
Fondasi peluncuran bulan Oktober sudah dibangun sejak akhir tahun sebelumnya. Pada Desember 2025, SEC memuluskan jalan dengan menerbitkan surat ‘no action letter’ kepada anak perusahaan DTCC. Dokumen pengecualian hukum memastikan entitas itu aman menyediakan layanan tokenisasi pasar sekuritas baru tanpa ancaman penindakan dari regulator.
Ketua SEC Paul Atkins mengonfirmasi bahwa lampu hijau untuk program percontohan DTCC baru sebatas tahap awal. Otoritas pengawas pasar modal bersiap mengambil kebijakan lanjutan. Atkins memastikan lembaganya akan mempertimbangkan pemberian status pengecualian inovasi atau ‘innovation exemption’.
Pengecualian aturan dirancang agar para pengembang infrastruktur bisa bekerja lebih fokus. Skema perlindungan diharapkan mempermudah pengerjaan teknis untuk mulai mentransisikan pasar keuangan tradisional menuju arsitektur blockchain tanpa langsung dibebani aturan kepatuhan yang berat.
๐ Baca JugaRipple Gandeng SettleMint Rebut Pasar Asia - Menariknya Kesepakatan Ini Tak Butuh Token XRP
Bagaimana Dampaknya Bagi Asia?
Perumusan tata kelola tokenisasi sekuritas yang sebelumnya terpusat di kawasan Barat perlahan bergeser. Bergabungnya HashKey dinilai sebagai bentuk pengakuan formal atas posisi tawar Asia di dalam ekosistem tokenisasi global. Pemain industri dari benua ini akhirnya memiliki suara langsung saat cetak biru arsitektur pasar baru sedang disusun.
Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Ripple Gandeng SettleMint Rebut Pasar Asia - Menariknya Kesepakatan Ini Tak Butuh Token XRP
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




