MEXC meluncurkan Global Card, kartu Visa virtual yang memungkinkan pengguna membelanjakan USDT langsung melalui infrastruktur jaringan Visa, lengkap dengan dukungan dompet digital Apple Pay dan Google Pay. Produk yang beroperasi terpisah dari kartu APAC dan kartu co-brand ether.fi ini mematok batas maksimal pembayaran 80.000 USDT per transaksi dan 1 juta USDT per hari - limit yang jauh lebih tinggi dari kartu APAC MEXC sebelumnya.
Akses menuju jalur belanja ritel dibatasi oleh aturan yurisdiksi, sehingga warga negara Amerika Serikat, China, India, Indonesia, Turki, dan Rusia dilarang menggunakan fasilitas pembayaran baru MEXC. Bagi pendaftar di luar enam negara itu, bursa menggratiskan biaya pembelian hingga 30 September 2026. Tarif belanja mulai 1% baru ditagihkan setelah masa promosi berakhir, dengan perusahaan menjamin tidak ada beban biaya penerbitan kartu, iuran tahunan, maupun ongkos isi ulang dana.
Skema Cashback Lewat Skor Aktivitas
Program pengembalian dana menjadi daya tarik utama fasilitas belanja virtual bursa. Nasabah Standard mengantongi pengembalian 4% dengan batas pencairan 100 USDT per bulan. Tingkat cashback naik menjadi 6% untuk pengguna level Premier dengan batas 300 USDT, sementara pemilik kategori Elite mendapat cashback 10% dengan batas maksimal 800 USDT yang masuk ke saldo dompet setiap bulannya.
Porsi bonus pengguna ditentukan dari level VVIP dan akumulasi M-Score, yang angkanya ditarik dari volume perdagangan, pemakaian fitur Earn, dan penyelesaian tugas di platform. Bagi penyimpan aset, pengguna Earn MEXC mendapat imbal hasil tambahan hingga 7% per tahun untuk USDT yang disubskripsikan, dengan opsi penarikan yang terbuka kapan saja.
Dominasi USDT dan USDC di Pasar Ritel
Ekspansi produk MEXC bertepatan dengan membesarnya penggunaan pembayaran digital di ekosistem kripto global. Pada Juli 2026, volume pengeluaran bulanan lewat kartu kripto mencapai $759 juta - jumlah yang melonjak 2,5 kali lipat dibandingkan rekam jejak pada periode yang sama setahun lalu.
Sirkulasi miliaran dolar itu didorong oleh hampir 9 juta transaksi sepanjang bulan Juli, naik dari 5,2 juta transaksi di tahun sebelumnya, dengan rata-rata nilai belanja $86 per gesekan. Di barisan instrumen pembayaran, mata uang stabil yang dipatok ke dolar AS menjadi penggerak dominan, dengan komposisi USDC dan USDT menguasai 84% total pembelanjaan kartu kripto industri.
๐ Baca JugaBitGo Beli Divisi Trading NYDIG $42,5 Juta - Sementara Sang Penjual Pindah Haluan ke Proyek Listrik 3 Gigawatt
Bagi pengguna di negara yang didukung, fasilitas semacam ini membuka jalan pintas menuju kasir ritel fisik maupun digital tanpa penukaran uang tunai. Namun bagi mereka yang domisilinya dicoret dari peta wilayah, kepemilikan kripto bernilai tinggi tetap harus ditukar manual melalui rute transfer bank tradisional.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




