Tenggat waktu aturan MiCA pada 1 Juli 2026 memaksa lebih dari 1.700 perusahaan kripto di Eropa menghentikan operasi mereka. Nasabah yang kebingungan mencari platform pengganti kini langsung berhadapan dengan gelombang ancaman baru: komplotan penipu yang menyamar sebagai lembaga regulator resmi.
Hingga akhir Juli 2026, Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa atau ESMA mencatat hanya ada 323 perusahaan kripto yang masuk ke register resmi mereka. Akibatnya, nasabah dari bursa tak berlisensi harus buru-buru memindahkan portofolio aset mereka ke penyedia layanan baru. Momen migrasi yang memicu kepanikan inilah yang dimanfaatkan habis-habisan oleh pelaku kejahatan.
Total kerugian akibat penipuan kripto menembus angka $17 miliar sepanjang tahun lalu, menurut data Chainalysis, naik tajam dari posisi $6 miliar pada lima tahun sebelumnya. Dari semua modus yang bermunculan, taktik impersonasi atau penyamaran merupakan kategori penipuan yang tumbuh paling cepat.
Regulator Palsu Berbekal Dokumen Resmi
Otoritas pasar keuangan Prancis atau AMF (Autorité des Marchés Financiers) mencatat temuan kasus di mana penipu beraksi dengan menyamar sebagai staf AMF. Para pelaku memanfaatkan wewenang palsu ini untuk mengarahkan nasabah bursa tak berlisensi menuju berbagai situs web jebakan demi mencuri aset mereka.
ESMA juga mengakui adanya praktik penipuan yang menyalahgunakan identitas serta logo lembaga mereka. Para pelaku membekali diri dengan dokumen palsu untuk meyakinkan dan menipu korban yang sedang memindahkan dana.
Regulator pasar keuangan Belanda atau AFM (Autoriteit Financiële Markten) merespons dengan mengeluarkan peringatan tegas bagi para trader. Mereka meminta pemegang kripto selalu memverifikasi instruksi pemindahan dana, dan memastikan prosesnya hanya berjalan melalui situs web atau aplikasi resmi dari penyedia layanan terkait.
📌 Baca JugaPeretas Utama Coldcard Diamkan 1.159 BTC - Tapi Aksi Cuci Uang Pelaku Lain Justru Bongkar Jejak Sendiri
Menghindari Urgensi Buatan dan Nasib Bursa Terbesar
AMF Prancis sengaja tidak menetapkan batas waktu penghentian operasi atau wind-down yang agresif bagi perusahaan tanpa lisensi di wilayahnya. Otoritas ini menyadari bahwa urgensi buatan hanya akan mendesak nasabah mengambil langkah terburu-buru dan mendorong mereka masuk ke dalam perangkap penipuan.
Pada tingkat industri, Binance masih tercatat sebagai perusahaan kripto terbesar yang belum mengantongi lisensi operasional MiCA. Efek dari sapu bersih aturan ini terlihat sejak bulan Juni lalu, ketika bursa ini terpaksa menarik aplikasinya dari pasar Yunani.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




