📅 Selasa, 28 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Minnesota Kriminalisasi Pasar Prediksi Awal 2026 - Tapi Hakim Federal Justru Buka Jalan Bagi Kalshi dan Polymarket

Minnesota Kriminalisasi Pasar Prediksi Awal 2026 - Tapi Hakim Federal Justru Buka Jalan Bagi Kalshi dan Polymarket

📚 Istilah di Artikel Ini:

Langkah Minnesota untuk menghentikan aktivitas pasar prediksi di wilayahnya tertahan di pengadilan. Hakim federal Katherine Menendez dari U.S. District Court Distrik Minnesota resmi mengeluarkan perintah penundaan atau preliminary injunction terhadap undang-undang negara bagian yang mengkriminalisasi platform pasar prediksi.

Keputusan ini menangguhkan aturan yang baru disahkan Minnesota pada awal 2026. Penundaan ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan oleh tiga pihak: platform Kalshi, Polymarket, dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC). Lewat perintah injunction ini, Kalshi dan Polymarket bisa terus beroperasi di Minnesota selama proses hukum berjalan, hingga pengadilan merilis keputusan akhir atas pokok perkara.

Perebutan Yurisdiksi di Meja Hijau

Inti dari sengketa hukum ini bermuara pada batas wewenang antara pemerintah federal dan regulator negara bagian. Hakim Menendez menilai undang-undang larangan Minnesota kemungkinan besar bertentangan (preempted) oleh payung hukum federal yang sudah ada, yakni Commodity Exchange Act.

Berdasarkan landasan aturan federal itu, instrumen kontrak taruhan di pasar prediksi diklasifikasikan sebagai swaps. Klasifikasi ini menempatkan pasar prediksi langsung di bawah yurisdiksi pengawasan CFTC sebagai badan nasional, bukan pemerintah daerah. Hakim melihat Kalshi, Polymarket, dan CFTC memiliki peluang sukses yang kuat (likely to succeed) untuk membuktikan adanya tumpang tindih aturan ini di sidang pengadilan penuh nanti.

Pengadilan juga sepakat dengan argumen bahwa larangan negara bagian akan mendatangkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki (irreparable harm) bagi Kalshi dan Polymarket jika dibiarkan berlaku tanpa jeda. Temuan ini menjadi alasan mendesak bagi turunnya perintah penundaan demi mencegah penutupan operasi platform.

Batas Abu-Abu Kontrak Hiburan

Meski putusan sela ini berpihak pada keberlangsungan platform prediksi, Hakim Menendez menyempatkan untuk memberi catatan khusus soal keragaman kontrak yang ditawarkan. Pengadilan mengakui ada jenis taruhan tertentu yang mungkin berada di luar ranah pengawasan komoditas murni. Contoh yang disorot adalah kontrak prediksi tentang pemenang acara televisi Love Island.

Senat AS Tunda RUU Kripto Demi Sanksi Rusia - Padahal Waktu Tersisa Tinggal Dua Pekan📌 Baca JugaSenat AS Tunda RUU Kripto Demi Sanksi Rusia - Padahal Waktu Tersisa Tinggal Dua Pekan

Kontrak hiburan semacam ini bisa saja masuk dalam kategori aktivitas yang sah untuk dilarang oleh otoritas negara bagian. Namun, hakim menyatakan sulit untuk merancang perintah penundaan yang terlalu sempit hanya demi memisahkan taruhan hiburan dari kontrak komoditas yang menjadi wewenang federal.

Di luar nasib dua platform ini, kasus gugatan mewakili pertarungan yang jauh lebih luas. Hasil putusan akhirnya akan mendefinisikan siapa yang paling berhak menyetir aturan main pasar prediksi di Amerika Serikat - apakah pengawas federal seperti CFTC, atau regulator lokal di setiap negara bagian.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share