Peluang The Fed menahan suku bunga acuan perlahan memudar. Data alat CME FedWatch mencatat probabilitas kenaikan sebesar 25 basis poin melonjak tajam hingga menyentuh angka 94,5%. Lompatan probabilitas tampak drastis bila disandingkan dengan posisi sebulan lalu yang masih berada di bawah 50%. Jika langkah pengetatan moneter dieksekusi pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) hari Rabu, pasar akan menyaksikan kenaikan suku bunga pertama kalinya sejak 2023.
Survei Wall Street Journal mengonfirmasi arah sentimen pasar. Mayoritas bank investasi terkemuka memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga pekan ini. Kesepakatan langkah awal tampak solid, tetapi institusi-institusi besar terbelah menjadi dua kubu saat merumuskan proyeksi pengetatan hingga akhir tahun.
Wall Street Terbelah Antara 50 atau 75 Basis Poin
Kubu pertama diisi oleh barisan lima bank besar. Barclays, Citigroup, JPMorgan, Morgan Stanley, dan UBS sepakat memproyeksikan total pengetatan moneter sebesar 50 bps hingga akhir 2026. Estimasi 50 bps mencerminkan pandangan bahwa bank sentral akan bergerak terukur merespons dinamika perekonomian.
Pandangan yang lebih hawkish disuarakan oleh tiga bank besar lainnya. Bank of America, Deutsche Bank, dan RBC mengambil posisi bahwa pengetatan total akan mencapai 75 bps sepanjang tahun ini. Selisih 25 bps antar kubu mencerminkan perbedaan analisis dalam membaca laju data makro ekonomi.
Inflasi Inti dan Faktor Geopolitik Iran
Akar perpecahan proyeksi bertumpu pada laju harga barang yang sulit ditekan. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Agustus tertahan di level 3,4%, sementara komponen inflasi inti (core CPI) berada di angka 2,5%. Dua metrik inflasi melampaui target 2% yang dipatok oleh The Fed.
Situasi domestik makin rumit akibat tekanan dari luar negeri. Lonjakan harga minyak akibat imbas konflik geopolitik Iran memberikan beban inflasi tersendiri. Tekanan ganda dari meroketnya harga energi dan lambatnya penurunan inflasi inti memaksa pembuat kebijakan memperkuat komitmen pengetatan mereka.
๐ Baca JugaPeluang The Fed Naikkan Bunga Tembus 92%, Bitcoin Terperosok ke Bawah $76.000 Bareng Wall Street
Kenaikan Pekan Ini Hanya Awal Pertandingan
Keputusan Jerome Powell pada hari Rabu hampir pasti membuahkan kenaikan suku bunga 25 bps. Bagi pemegang aset kripto maupun ekuitas, ketegangan sesungguhnya ada pada petunjuk lanjutan mengenai arah pengetatan selanjutnya. Akhir dari perdebatan kubu Wall Street - berhenti di 50 bps atau berlanjut memangkas likuiditas ke 75 bps - akan menjadi penentu ongkos dana di pasar hingga pergantian tahun.
Dilansir dari Decrypt.
Sebelumnya: Peluang The Fed Naikkan Bunga Tembus 92%, Bitcoin Terperosok ke Bawah $76.000 Bareng Wall Street
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




