ByteDance Ltd. menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi senilai $29,6 miliar dengan konsorsium yang berisi 28 bank internasional. Induk perusahaan TikTok ini mengalokasikan pinjaman baru itu untuk memperluas belanja modal infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dan membangun fasilitas pusat data.
Kebutuhan modal ByteDance langsung memicu kelebihan permintaan dari sisi perbankan. Citigroup dan JPMorgan, selaku koordinator sindikasi, awalnya mematok target pengumpulan dana di angka $20 miliar. Pesanan kredit yang membeludak akhirnya mendorong nilai penutupan naik mendekati angka tiga puluh miliar dolar. Dari seluruh fasilitas utang yang disepakati, lebih dari 60 persen pembiayaan disokong langsung oleh institusi perbankan asal Tiongkok, termasuk ICBC dan HSBC.
Bunga Terendah di Pasar Luar Negeri
Satu detail teknis menonjol dari struktur pembiayaan bernilai puluhan miliar dolar ini: fasilitasnya berstatus tanpa jaminan. ByteDance mengunci tingkat marjin bunga awal pada level 68 basis poin di atas patokan Secured Overnight Financing Rate (SOFR).
Angka beban bunga itu menempatkan posisi utang ByteDance pada rekor tersendiri. Tingkat bunga 68 basis poin di atas SOFR tercatat sebagai salah satu struktur suku bunga terendah yang pernah didapatkan oleh entitas korporasi privat Tiongkok yang mencari pembiayaan di pasar luar negeri.
Struktur pelunasan memberikan kelonggaran jangka menengah bagi perusahaan. Perjanjian awal mengikat entitas peminjam dalam tenor tiga tahun. Pihak bank juga menyertakan opsi perpanjangan waktu pembayaran sebanyak dua kali, dengan durasi masing-masing satu tahun. Hak opsi pelonggaran ini membuka potensi rentang masa pinjaman memanjang maksimal hingga lima tahun.
Bayang-bayang SoftBank di Asia
Tanda tangan kesepakatan $29,6 miliar mendongkrak peringkat ByteDance di bursa utang kawasan. Transaksi aliran modal ini resmi menjadi fasilitas pinjaman korporasi terbesar kedua di seluruh Asia sepanjang tahun 2026.
๐ Baca JugaInsiden AI ‘Fanatik’ Bikin Bos Anthropic Tarik Rem Darurat - OpenAI Langsung Tunda IPO
Hanya ada satu pinjaman korporasi yang mencetak angka lebih besar di kawasan yang sama tahun ini. Rekor pemuncak masih dipegang oleh SoftBank lewat penarikan fasilitas utang senilai $40 miliar yang disepakati dengan para kreditur pada bulan Maret lalu.
Bagi perbankan penyalur kredit, mendanai pembangunan pusat data perusahaan beraset stabil tampaknya tetap menjadi pilihan penempatan likuiditas yang rasional. Uang senilai $29,6 miliar kini siap mengalir ke sektor keras infrastruktur teknologi, bukan sekadar janji pengembangan perangkat lunak.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: OpenAI Diam-diam Tanya Kongres Cara Rem AI Bersama - Saat Mantan Engineer Mundur Takut Kiamat 2030
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




