Pemerintahan Trump bersiap menjadikan stablecoin berbasis dolar AS sebagai instrumen geopolitik di panggung internasional. Melalui inisiatif kemitraan publik-swasta yang kini sedang dikaji, rancangan ekspansi ini melibatkan tiga pilar institusi pemerintah, yaitu Departemen Keuangan AS, Departemen Luar Negeri, dan U.S. International Development Finance Corporation (DFC). Keterlibatan gabungan lembaga diplomatik, ekonomi, dan pembiayaan pembangunan menandakan token digital dipandang jauh lebih penting dari sekadar urusan pasar kripto domestik.
Dorongan ekspansi ke mancanegara ini berakar pada satu misi utama: mempertahankan hegemoni dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Posisi Washington sekarang terus ditekan oleh hadirnya infrastruktur pembayaran alternatif berbasis blockchain yang dibangun negara pesaing. Ancaman paling terarah datang dari mata uang digital bank sentral (CBDC) asing, khususnya proyek digital yuan China yang tergabung dalam Project mBridge, serta inisiatif percontohan digital euro yang tengah diuji oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Mesin Penyerap $200 Miliar Surat Utang
Di balik diplomasi digital yang diusung pemerintah, ada hitungan finansial yang menjaga stabilitas neraca keuangan negara. Wakil Menteri Keuangan Francis Brooke mengungkapkan sebuah metrik kunci tentang skala industri saat ini: para penerbit stablecoin telah menguasai hampir $200 miliar surat utang negara (Treasury bills) bertenor pendek. Volume penyerapan itu menempatkan sektor aset digital sebagai salah satu penyangga utama bagi instrumen utang pemerintah AS.
Mekanisme pasarnya terhubung langsung dengan target adopsi internasional. Ketika tiga departemen pemerintah tadi sukses mempromosikan pemakaian stablecoin kepada pengguna dan bisnis di luar negeri, permintaan atas koin dolar akan merangkak naik. Setiap pencetakan token baru oleh perusahaan penerbit harus diimbangi dengan penambahan cadangan fisik di bank. Pada akhirnya, likuiditas baru dari pasar global mengalir kembali ke Washington lewat jalur pembelian Treasury bills.
Kelanjutan dari Kerangka GENIUS Act 2025
Kolaborasi lintas kementerian menjalankan tahap implementasi lanjutan dari kerangka hukum yang sudah disiapkan tahun lalu. Pada Juli 2025, Presiden Donald Trump telah mengesahkan GENIUS Act. Undang-undang krusial ini mengunci aturan main dengan menetapkan surat utang pemerintah sebagai aset cadangan wajib bagi semua perusahaan penerbit stablecoin yang beroperasi di bawah yurisdiksi AS.
๐ Baca JugaChina Interogasi Eksekutif DeepSeek dan Moonshot soal Aliran Data ke AS - Padahal Pemicunya Laporan Milik Anthropic
Aturan main itu merombak industri kripto swasta menjadi kepanjangan tangan kebijakan moneter Amerika. Rencana ekspansi global menegaskan bahwa persaingan mata uang dunia bergeser dari sistem perbankan tradisional menuju infrastruktur blockchain. Bagi masyarakat di negara berkembang yang butuh alat tukar stabil, dompet digital di ponsel mereka sebentar lagi akan menjadi arena perebutan pengaruh antara dolar AS dan yuan digital China. Dilansir dari Cointelegraph.
Baca juga: Buntut Skandal Teleprompter Gedung Putih $107.539, CFTC Bidik Taruhan Ucapan Tokoh di Polymarket
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




