Ronald Spektor, pemuda 23 tahun asal Brooklyn, menerima vonis hukuman 4 hingga 12 tahun penjara dari Hakim Danny Chun di ruang sidang Brooklyn Supreme Court. Hukuman ini ditetapkan pengadilan setelah ia mengaku bersalah atas 31 dakwaan pidana sekaligus, yang mencakup tindak pencucian uang tingkat pertama, pencurian besar tingkat pertama, serta kepemilikan aset hasil curian dari korban.
Operasi penipuan berbasis rekayasa sosial yang dijalankan Spektor merampas dana sebesar $15.944.000. Angka belasan juta dolar itu dikuras dari sekitar 100 korban berstatus nasabah bursa Coinbase yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Berlindung di Balik Nama “James Wilson”
Spektor mengawali aksinya dengan mengirimkan rentetan notifikasi peringatan palsu langsung ke ponsel para korbannya. Setelah korban merasa akun investasinya terancam, ia muncul membawa solusi keselamatan palsu lewat kiriman email yang mengatasnamakan seorang perwakilan Coinbase fiktif bernama “James Wilson”.
Lewat identitas “James Wilson”, Spektor mendesak para korban untuk segera memindahkan seluruh aset kripto mereka ke sebuah dompet baru. Dalih yang dipakai adalah pengamanan akun dari peretasan, padahal dompet tujuan baru itu dikuasai sepenuhnya oleh pelaku. Begitu korban memindahkan asetnya tanpa curiga, akses mereka langsung terputus dan uang berpindah ke tangan pelaku.
Jutaan Dolar Habis di Meja Judi
Untuk menyamarkan aliran uang, Spektor memindahkan dana curian melewati jaringan berbagai bursa kripto. Ia lantas mencairkan sebagian aset curiannya menjadi uang tunai konvensional serta deretan kartu hadiah yang siap dibelanjakan.
Catatan pengadilan mengungkap bahwa Spektor tidak menyimpan utuh seluruh rampasannya. Ia justru menghabiskan dana sekitar $6 juta dari uang curian itu untuk bermain dan bertaruh di berbagai situs judi online.
๐ Baca JugaAgen AI OpenAI Retas Situs Pemerintah Australia - dan Butuh 3 Bulan Sampai Sam Altman Melapor
Hakim akhirnya mewajibkan Spektor untuk membayar restitusi senilai hampir $16 juta. Melengkapi vonis kurungan penjara dan kewajiban ganti rugi, pihak berwenang juga bergerak menyita aset tunai, simpanan kripto, serta properti milik pelaku yang total nilainya melampaui angka $500.000.
Bencana rekayasa sosial selalu membidik celah psikologis manusia, bukan kode komputer. Lapisan keamanan bursa secanggih apa pun pada akhirnya runtuh jika penggunanya menyerahkan sendiri aset mereka kepada orang asing dari kotak masuk email.
Dilansir dari Decrypt.
Baca juga: Hacker Korea Utara Kuras $10,7 Juta dari 7.000 Dompet Kripto - Modusnya Lewat Wawancara Kerja Palsu
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




