📅 Minggu, 26 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Pendiri Cardano Sebut Ancaman Quantum Bisa Gulingkan Bitcoin - Tapi Proposal Migrasinya Sendiri Ditolak Komunitas

Pendiri Cardano Sebut Ancaman Quantum Bisa Gulingkan Bitcoin - Tapi Proposal Migrasinya Sendiri Ditolak Komunitas

📚 Istilah di Artikel Ini:

Jutaan Bitcoin yang tersimpan di alamat dengan public key terbuka kini berisiko jadi sasaran empuk bila komputer quantum mumpuni muncul ke permukaan. Co-founder Cardano Charles Hoskinson memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan bahwa Bitcoin bisa terguling dari posisi puncak jika tata kelolanya gagal menyepakati transisi ke sistem yang tahan serangan quantum.

Dalam wawancara dengan The Starting Block yang tayang pada 24 Juli 2026, Hoskinson menilai struktur jaringan Bitcoin saat ini layaknya membeku tertelan waktu. Ia menyebut perubahan besar di jaringan itu berjalan kelewat lambat karena menuntut persetujuan dari terlalu banyak kubu yang berbeda kepentingan, mulai dari para developer, penambang, operator node, hingga jutaan pengguna biasa.

Tapi di balik kritik tajam itu, ada satu ironi yang sedang terjadi di rumahnya sendiri.

Pecah Jalan Mengamankan Jaringan

Bitcoin selama ini bersandar pada kriptografi kurva eliptik - khususnya model ECDSA dan Schnorr - untuk memvalidasi setiap perpindahan koin. Di atas kertas, mesin komputasi quantum punya kapasitas untuk membedah barisan public key yang sudah terlanjur terekam di buku besar, lalu membalikkan kodenya demi mendapatkan akses ke private key. Jutaan BTC yang diam di alamat-alamat awal masuk dalam radius paling rentan.

Langkah mitigasi sebenarnya tidak kosong. Badan standar Amerika Serikat, NIST, belum lama ini menetapkan deretan algoritma baru yang dirancang khusus untuk mematahkan serangan quantum. Para developer Bitcoin Optech juga sudah menyiapkan dokumen BIP 361 yang berisi rancangan peta jalan untuk keluar dari kungkungan ECDSA dan Schnorr. Jalur migrasinya sudah dipetakan, dan kini mereka tinggal menunggu komunitas sepakat memilih sistem pengganti.

Di pihak lain, Hoskinson terus menyuarakan bahwa model pengambilan keputusan formal ala Cardano adalah jalan keluar yang lebih pasti untuk transisi sepenting itu. Jaringan bersimbol ADA ini memang baru saja menuntaskan peralihan kekuasaan ke tangan komunitas melalui pembaruan hard fork Plomin pada awal Januari 2025 lalu. Jaringan ini menempatkan diri sebagai penerus spiritual Bitcoin dengan mempertahankan batas pasokan tetap, tapi menanamkan fungsi kontrak pintar dan tata kelola berjenjang. Aturan barunya mengizinkan para pemegang koin untuk memakai hak suaranya langsung atau menitipkannya ke tangan perwakilan, disandingkan dengan kekuatan dari operator stake pool dan komite konstitusional.

Senjata Makan Tuan sang Pendiri

Klaim kesiapan tingkat tinggi itu nyatanya belum bisa dibuktikan di lapangan. Faktanya, jaringan Cardano sampai saat ini juga belum punya pertahanan quantum, dan tim mereka masih berkutat pada tahap mengevaluasi desain teknis untuk merancang jadwal pembaruan.

Konsumsi Listrik Mining Bitcoin Melonjak ke 190 TWh - Tapi 40% Penambang Justru Sibuk Pindah Haluan ke AI📌 Baca JugaKonsumsi Listrik Mining Bitcoin Melonjak ke 190 TWh - Tapi 40% Penambang Justru Sibuk Pindah Haluan ke AI

Alih-alih membuktikan kelancaran proses persetujuan, sistem yang dirancang Hoskinson itu justru menunda rencananya. Rentetan kejadian sepanjang 2026 menunjukkan para perwakilan terpilih terbuka menantang beberapa rancangan dari Hoskinson maupun perusahaan pengembang Input Output. Salah satu dokumen penting yang ditolak komunitas tidak lain adalah proposal riset soal kriptografi tahan quantum dan model pembaruan Ouroboros Leios.

Penolakan dari para pendelegasi ini juga menyasar klaim Hoskinson yang menyebut kecepatan jaringan Cardano bakal melonjak 60 kali lipat selepas pembaruan Leios. Komunitas sadar betul bahwa proyeksi itu murni hitungan pribadi sang pendiri, bukan angka mutlak hasil uji coba di lingkungan yang sesungguhnya. Hoskinson mungkin benar soal lambannya laju kemajuan Bitcoin, tapi para pemegang koinnya kini mengajarkan satu hal penting: sistem voting rapi pun tak ada gunanya jika pendirinya gagal meyakinkan komunitasnya sendiri.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share