BitMart mengumumkan penutupan operasinya pada Minggu, 26 Juli 2026, mengakhiri perjalanannya selama sembilan tahun di industri. Keputusan ini menjadikan BitMart bursa kripto besar kedua yang gulung tikar dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Sebelumnya, BitMEX mengumumkan pamit pada Kamis lalu dan bersiap menutup layanan pada September 2026 setelah 11 tahun berdiri. Gelombang penutupan ini juga menyeret bursa terdesentralisasi Dango yang ikut menyatakan tutup minggu ini.
Sejak pukul 01:30 UTC di hari Minggu, BitMart langsung menutup pendaftaran baru, menghentikan deposit masuk, dan menolak pembuatan order perdagangan baru. Layanan perdagangan futures dialihkan ke mode reduce-only. Nasabah hanya memiliki waktu singkat; perdagangan spot dan derivatif dihentikan total pada 26 Agustus 2026, sebelum platform ditutup permanen pada 31 Januari 2027.
Alasan Penutupan yang Masih Kabur
Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen hanya menyebut “kondisi operasional, lingkungan pasar, dan arah strategi masa depan” sebagai dasar keputusan, tanpa memberi rincian lebih jauh. Ketiadaan rincian ini membuat komunitas kripto mempertanyakan akar masalah sebenarnya.
BitMart sebelumnya kehilangan dana $196 juta pada Desember 2021 akibat peretasan hot wallet - salah satu pembobolan bursa terbesar pada siklus pasar saat itu. BitMart saat itu memilih untuk menanggung kerugian nasabah, sebuah keputusan yang kemungkinan membebani struktur keuangan mereka sebelum akhirnya menyerah pada kondisi pasar saat ini.
Kabar penutupan ini memukul nilai aset native platform. Token BMX jatuh 58% hingga 70% dalam hitungan jam ke level $0,08. Penurunan tajam ini memangkas kapitalisasi pasarnya menjadi $27 juta, sekaligus memperparah tren negatif BMX yang merosot 70% sepanjang tahun terakhir, bahkan sebelum pengumuman ini muncul.
Antrean Panjang di Pintu Keluar
Kepanikan nasabah terlihat pada data transaksi. Volume perdagangan di BitMart dilaporkan melonjak 51% menjadi $1,6 miliar dalam 24 jam terakhir. Lonjakan ini murni refleksi dari aksi pengguna yang buru-buru menutup posisi dan menarik dana mereka.
Proses pencairan dana ini tidak berjalan mulus bagi semua pengguna. Sejumlah nasabah di platform X melaporkan penarikan USDT mereka tertunda berjam-jam sebelum pengumuman resmi keluar. Kini, pihak bursa memberlakukan syarat ketat. Nasabah yang ingin menarik sisa dana mereka bisa menghadapi tinjauan tambahan, mulai dari verifikasi identitas, pemeriksaan perangkat dan alamat IP, penelusuran alamat, wawancara sumber dana, hingga pengecekan sanksi.
📌 Baca JugaLMAX Incar IPO Nasdaq $5 Miliar - Valuasi Naik 5 Kali Lipat Usai Perkuat Lini Kripto Institusi
Babak Baru Konsolidasi Pasar
Analis pasar menyoroti bahwa tutupnya dua bursa tua ini membuktikan akselerasi konsolidasi di industri kripto. Saat pemain lama berguguran, perusahaan bermodal besar justru gencar berekspansi. Kraken baru saja mengakuisisi Bitnomial, sementara bursa Bullish membeli Equiniti dengan kesepakatan bernilai $4,2 miliar.
Pola ini memberi satu peringatan penting. Ketika platform kripto mulai beralasan sedang meninjau strategi masa depan, sering kali pengguna awam yang pada akhirnya harus berebut jalan keluar sebelum pintunya benar-benar dikunci.
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




