📅 Sabtu, 18 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Perang AS-Iran Meledak Lagi, Bitcoin Jeblok ke $62.600 - dan Iran Kini Incar Semua Perusahaan Elon Musk

Perang AS-Iran Meledak Lagi, Bitcoin Jeblok ke $62.600 - dan Iran Kini Incar Semua Perusahaan Elon Musk

📚 Istilah di Artikel Ini:

Bitcoin tergelincir ke sekitar $62.600 dalam 24 jam terakhir, turun dari $62.801, setelah konflik terbuka AS-Iran kembali pecah dan mengguncang selera pasar terhadap aset berisiko. Pemicunya bukan datang dari dunia kripto, melainkan dari minyak: harga Brent melonjak, kekhawatiran inflasi menyala lagi, dan trader ramai-ramai kabur ke posisi aman.

Penurunan ini membalikkan sebagian “peace trade” yang sempat menolong Bitcoin bangkit dari titik rendahnya di akhir Juni. Begitu kabar permusuhan datang, arah pasar langsung berbalik.

Kenapa Perang di Timur Tengah Menyeret Harga Bitcoin

Jalur logikanya lewat minyak. Serangan terhadap kapal tanker sudah memangkas lalu lintas di Selat Hormuz - jalur yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Selat itu kini sudah de-facto tertutup selama 136 hari, dan begitu permusuhan kembali menyala, harga minyak menyentuh level tertinggi dalam empat minggu. Laporan mencatat lonjakan minyak mulai dari hampir 4% hingga - dalam versi breaking - sampai 10%.

Situasi ini menghidupkan lagi apa yang pasar juluki “Nacho trade”, singkatan dari “Not a Chance Hormuz Opens” - taruhan bahwa selat itu bakal tetap tertutup. Peluang pasar bahwa Hormuz dibuka kembali sebelum akhir tahun anjlok dari 65% ke 56%, sementara peluang dibuka sebelum akhir bulan ini nyaris nol. Efek dominonya menjalar ke mana-mana: Indeks CoinDesk 20 turun 0,6%, bursa saham Eropa melemah sekitar 1%, dan futures indeks saham AS turun 0,3%.

Bayangan Suku Bunga Naik - dan Ancaman ke Kerajaan Elon Musk

Minyak yang mahal berarti inflasi, dan inflasi berarti peluang suku bunga naik. Prediction market kini memberi peluang 36% bahwa The Fed menaikkan suku bunga bulan ini, sementara yield Treasury 2 tahun merangkak ke 4,28% - memperpanjang tren “rate-hike trade” yang menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

Bank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan📌 Baca JugaBank Wall Street Ini Kini Jual Bitcoin, Ethereum, dan Solana Langsung ke Nasabah Ritel - dan Itu Baru Permulaan

Ada satu babak yang membuat konflik ini terasa lebih personal buat dunia teknologi. Menurut laporan CNBC yang dikutip WatcherGuru, Iran menyatakan akan menganggap seluruh perusahaan Elon Musk di Timur Tengah - termasuk layanan internet Starlink milik SpaceX - sebagai target militer. Sebuah eskalasi yang menyeret salah satu nama terbesar Silicon Valley langsung ke garis depan ketegangan geopolitik.

Ketika Harga Kripto Ditentukan dari Sebuah Selat Sempit

Yang mencolok dari episode ini: harga Bitcoin bergerak bukan karena kabar dari internal pasar kripto, melainkan karena sebuah selat sempit di Timur Tengah dan barel-barel minyak yang tak bisa lewat. Buat pemegang aset digital, ini pengingat bahwa “aset alternatif” pun belum benar-benar lepas dari tarikan makro global - saat pasar ketakutan, Bitcoin masih ikut ditarik ke bawah bersama saham. Sampai ketegangan mereda atau Hormuz kembali terbuka, guncangan seperti ini kemungkinan akan terus jadi menu harian trader.

Dilansir dari CoinDesk.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share