Para penambang Bitcoin belum menunjukkan kesepakatan untuk membatasi ukuran data tambahan di dalam jaringan. Proposal BIP-110, atau Reduced Data Temporary Softfork, baru mengantongi 2,53% sinyal dukungan dari ambang batas sukarela 55% yang dibutuhkan. Pada blok 960.723, tercatat hanya 28 dari 1.108 blok yang menyalakan sinyal persetujuan. Angka ini memastikan target dukungan 55% sudah mustahil tercapai berdasarkan kalkulasi sebelum periode pencarian konsensus berakhir.
Michael Saylor menyoroti langsung realita ini. Ia menyebut target 55% itu sudah tidak mungkin dikejar lagi dan menegaskan situasi saat ini sama sekali bukan cerminan konsensus miner. Menurut Saylor, seluruh sinyal dukungan yang terekam sejauh ini murni didorong oleh penambang yang menggunakan sistem DATUM serta berbagi imbalan melalui mining pool OCEAN.
Membatasi Data vs Kebebasan Transaksi
BIP-110 memicu perdebatan di komunitas karena mengusulkan tujuh pembatasan konsensus sementara pada tingkat protokol. Aturan baru ini dirancang spesifik untuk membatasi ukuran output skrip baru maksimal 34 byte, kapasitas OP_RETURN ditahan di 83 byte, dan ukuran data push ditekan hingga 256 byte. Proposal ini juga memuat batasan khusus yang menargetkan beberapa fitur operasional pada Taproot.
Kubu pendukung meyakini langkah pembatasan ini penting untuk menekan tren penyimpanan data arbitrer di atas blockchain. Mereka ingin mengembalikan utilitas jaringan Bitcoin agar berfokus penuh pada aktivitas moneter murni. Namun, kubu penolak memiliki argumen yang bertolak belakang. Saylor dan Adam Back dari Blockstream mengkritik pendekatan ini, dengan argumen inti bahwa aturan konsensus tidak semestinya mendikte transaksi mana saja yang berhak mendapatkan alokasi ruang blok.
Ancaman Rantai yang Terbelah
Ketegangan sesungguhnya baru akan terasa saat batas akhir periode sinyal sukarela habis di blok 961.631. Begitu tenggat itu terlewati, tepatnya mulai dari blok 961.632 hingga 963.647, perangkat lunak klien yang menjalankan BIP-110 akan beroperasi menolak semua blok baru yang tidak menyalakan sinyal bit 4.
Sikap para penyedia hashpower kini menjadi penentu nasib jaringan. Foundry USA Pool, salah satu penyedia infrastruktur penambangan besar, masih menggelar jajak pendapat ke basis pelanggannya untuk menentukan sikap pool ke depan. Tenggat waktu pengambilan suara ditutup berdekatan dengan batas blok 961.632. Jika mayoritas hashpower memilih mengabaikan aturan baru ini dan tetap melanjutkan penambangan blok tanpa sinyal, Bitcoin bersiap menghadapi masalah nyata: jaringan terpecah menjadi dua rantai berbeda.
📌 Baca JugaTrump Media Geser 2.628 BTC ke Crypto.com - Transaksi $165 Juta yang Membawa Tanda Tanya
Bagi pelaku pasar kripto, ancaman split rantai ini bukan sekadar perdebatan baris kode. Seperti peringatan Saylor dan Back, memaksakan pembaruan protokol tanpa kesepakatan penambang yang luas hanya akan membelah jaringan Bitcoin, membawa risiko kebingungan teknis yang mengancam kepastian transaksi.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




