Para pemegang Bitcoin kembali diuji oleh realitas pasar yang berat. Aset kripto ini terpuruk dan diperdagangkan di sekitar level $76.200 setelah melewati sepekan penuh gejolak volatilitas. Tekanan turun bermula dari dua sentimen negatif yang menghantam beruntun: gagalnya pengesahan CLARITY Act di Senat dan keputusan kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Kebuntuan politik di Washington menjadi sandungan pertama. Pemungutan suara Senat Amerika Serikat untuk mengesahkan CLARITY Act hanya mendulang 50 suara mendukung berbanding 49 suara menentang. Dukungan tipis itu tak cukup meloloskan aturan ke tahap berikutnya, lantaran gagal menembus ambang batas 60 suara wajib untuk prosedur cloture.
Kabar mengecewakan dari ranah legislatif lekas disusul hantaman bank sentral. Keputusan The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin langsung membebani kelas aset berisiko. Langkah pengetatan moneter ini memicu naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang pada gilirannya menarik modal keluar dari instrumen tanpa imbal hasil seperti Bitcoin.
Sinyal Merah dari Indikator Teknikal
Rangkaian pukulan fundamental itu langsung meninggalkan jejak di grafik harga. Indikator Supertrend pada pemantauan chart 4 jam berbalik arah dan kini berada di atas pergerakan harga. Pembalikan posisi itu menciptakan batas resistensi baru yang harus dihadapi pembeli di sekitar angka $78.600.
Situasi pelik juga terkonfirmasi lewat pantauan aliran modal harian. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) meluncur turun ke angka -0,11, mengindikasikan tekanan jual sedang mendominasi transaksi. Arus modal berbanding terbalik dengan tren sehat yang sempat terlihat kala indikator CMF konsisten bertahan di atas garis nol pada sebagian besar periode akhir Agustus sampai awal September.
Saat ini Bitcoin tertahan di bawah garis moving average 20 hari yang bertengger di angka $78.104. Kemampuan mengumpulkan momentum untuk merebut kembali level itu bakal menjadi tanda awal sebuah pemulihan harga. Di sisi lain, pantauan data likuidasi menempatkan kisaran harga sekarang sebagai wilayah yang menentukan stabilitas seluruh struktur pasar.
Risiko Penurunan ke Batas $70 Ribu
Konsekuensi dari hilangnya kendali di tangan pembeli tidak bisa diremehkan. Kegagalan untuk segera merebut kembali MA 20 hari berisiko memaksa harga terkoreksi lebih dalam dan menguji level penopang di bawahnya.
๐ Baca JugaCelah di Node Non-Windows Sejak Versi 24 Ditutup Bitcoin Core 32.0 - Estimasi Biaya Turun Lebih Cepat
Skenario penurunan lanjutan menempatkan Bitcoin terpapar langsung pada klaster moving average yang lebih rendah, tepatnya di rentang angka $70.300 hingga $71.900. Batas bawah inilah yang kelak menjadi penentu arah tren jangka menengah sebelum harga berpeluang bangkit kembali.
Kombinasi antara hambatan regulasi dan pengetatan moneter memutus tajam laju harga kripto dalam sepekan terakhir. Mengamati pergerakan aset di sekitar level kritis tampaknya menjadi pilihan paling masuk akal sebelum mengambil langkah melawan arus pasar.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu Bitcoin Halving?
Sebelumnya: Taruhan $1,95 Miliar Kepung Bitcoin Jelang Putusan The Fed - Bahaya Justru Mengintai dari Dua Arah
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




