Tiga hari setelah asosiasi bank komunitas Amerika menggugat Office of the Comptroller of the Currency (OCC) ke pengadilan, perusahaan infrastruktur pembayaran Rain justru maju mengajukan izin ke lembaga itu. Rain meminta restu untuk mendirikan Rain National Trust Bank yang berbasis di New York, sebuah langkah untuk memegang langsung kendali atas aset kripto dan dolar milik klien institusional mereka.
Saat ini Rain melayani berbagai mitra bisnis yang berhadapan langsung dengan jutaan pengguna akhir. Namun, operasional mereka sehari-hari masih menumpang pada kombinasi lisensi tingkat negara bagian, kustodian pihak ketiga, serta penerbit stablecoin eksternal. CEO Rain Farooq Malik menyebut klien institusionalnya menuntut jaminan keamanan yang lebih tinggi. “Institusi yang membangun di Rain menginginkan aset yang mendukung program mereka dipegang oleh fidusiari yang bertanggung jawab kepada regulator federal,” katanya.
Target pasar Rain National Trust Bank sangat spesifik. Bank ini murni melayani klien institusi untuk menyediakan kustodi fidusiari bagi aset digital dan dolar AS, mengelola cadangan penerbit stablecoin, serta menerbitkan dan menebus stablecoin dolar sesuai ketentuan GENIUS Act. Mereka tidak menerima deposit masyarakat umum, tidak membuka rekening giro atau tabungan konsumen, dan menolak menyalurkan pinjaman komersial. Karena cakupan sempit itu, bank beroperasi tanpa jaminan asuransi dari FDIC. Rain juga sudah mencalonkan Brandon Soto - mantan direktur keuangan Square Financial Services dan bank industri milik Block di Utah - sebagai presiden dan CEO, tinggal menunggu persetujuan akhir OCC.
Melangkah Saat Aturan Sedang Digugat
Manuver Rain terjadi di tengah memanasnya hubungan otoritas dengan perbankan tradisional. Pada 2 Oktober 2026, Independent Community Bankers of America (ICBA) resmi melayangkan gugatan ke US District Court DC. ICBA menuduh OCC melampaui batas kewenangannya karena membiarkan bank trust non-depository menjalankan rentetan aktivitas non-fidusiari yang ekstensif dan minim pengawasan.
Tuntutan kelompok bankir komunitas ini menargetkan fondasi hukum perusahaan kripto. Mereka mendesak hakim membatalkan aturan penerbitan charter bulan Maret 2026 sekaligus mencabut Surat Interpretatif 1176 keluaran tahun 2021. Lebih agresif lagi, asosiasi menuntut pengadilan melarang OCC menyetujui izin-izin sejenis di masa depan.
Bukan Cuma Rain yang Mengantre
Gugatan itu masuk ketika OCC sudah kadung menyetujui sedikitnya 21 bank trust. Dari dokumen keluhan ICBA terungkap bahwa minimal 13 dari bank baru itu adalah entitas perusahaan kripto. Penerbit USDC, Circle, sudah lebih dulu mengantongi persetujuan final OCC untuk mendirikan First National Digital Currency Bank dan Circle National Trust pada bulan Juli 2026.
Perusahaan lain juga terus merangsek masuk ke antrean. Agora mendapat persetujuan bersyarat bulan September, sementara Zerohash baru saja mengajukan revisi pendaftaran bulan Agustus. Pada hari Senin yang sama dengan pengumuman Rain, perusahaan pembayaran Modern Treasury juga mengungkap pendaftaran serupa ke OCC.
๐ Baca JugaDua Aturan Pelacakan Kripto Batal Setelah Enam Tahun Menggantung - Dompet Pribadi Lepas dari Radar
Deretan panjang aplikasi ini membuktikan besarnya selera industri kripto untuk mengamankan pijakan permanen di dalam sistem perbankan arus utama Amerika Serikat. Bagi para pemain besar, memiliki bank sendiri adalah satu-satunya jalan untuk lepas dari ketergantungan pada pihak ketiga - terlepas dari penolakan keras industri perbankan petahana.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: RUU Kripto 635 Halaman Kandas Akibat Isu Etika - Kongres AS Kini Harus Mulai Semuanya dari Nol
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




