Bulan Juli 2026 menandai batas baru dalam adopsi pembayaran kripto. Pengeluaran bulanan melalui kartu stablecoin mencapai $1,04 miliar, melewati angka satu miliar dolar untuk pertama kalinya. Angka ini melompat tiga kali lipat dari catatan Juli 2025 yang hanya berada di level $339 juta.
Data dari Paymentscan, lembaga penyedia data pembayaran independen, memperlihatkan kumulatif total volume kartu stablecoin kini telah melampaui $10,9 miliar. Laju pertumbuhannya mengubah lanskap industri dalam hitungan bulan. Tiga tahun lalu, saat RedotPay pertama kali merilis kartunya ke publik, seluruh industri ini hanya mampu memproses sekitar $60.000 dalam sebulan. Hari ini, volume pengeluaran senilai itu dicapai hanya dalam waktu empat menit.
Bukan Sekadar Alat Trading
Pergeseran volume ini didorong oleh perubahan pola konsumsi pengguna. Co-founder RedotPay, Jonathan Chan, menegaskan bahwa pengguna layanan mereka bukanlah trader kripto yang berspekulasi. Mereka merupakan orang biasa yang mencari cara lebih efisien untuk mengelola keuangan harian mereka.
Skala pertumbuhan ini terlihat dari data internal RedotPay. Perusahaan itu saat ini mencatat volume pembayaran tahunan sekitar $14 miliar dengan pendapatan yang menembus $180 juta per tahun. Basis penggunanya menyentuh angka delapan juta orang di lebih dari 100 negara. Jalan ekspansi mereka makin lebar setelah mendapat lisensi money transmitter pertama di Amerika Serikat, dengan aplikasi perizinan di 20 negara bagian lain yang masih berstatus menunggu persetujuan.
Keterlibatan Raksasa Pembayaran
RedotPay menargetkan pengeluaran tahunan lewat kartu stablecoin bisa melesat menyentuh $50 miliar pada 2028. Perkiraan ini tidak muncul dari ruang hampa, tapi sejalan dengan pergerakan raksasa pembayaran tradisional yang merangkul infrastruktur kripto.
Sejak bulan Juni, Mastercard telah memfasilitasi penyelesaian transaksi memakai enam stablecoin berpatok dolar yang terregulasi. Daftar ini mencakup USDC, PayPal USD, dan Ripple USD, dengan penyelesaian transaksi berjalan di atas jaringan Ethereum, Solana, serta XRP Ledger. Stripe mengambil langkah serupa dengan membangun infrastruktur kartu stablecoin melalui Bridge di lebih dari 100 pasar, segera setelah proses akuisisi mereka rampung.
๐ Baca JugaTarget Saham Circle Dipatok $140 - USDC Kalahkan Volume Transaksi Tether Usai Tambah Suplai $2 Miliar
Banyak hal berubah di belakang layar, tapi wajahnya di mata konsumen tetap sama. Bagi jutaan pengguna, mengadopsi teknologi blockchain kini tidak lagi butuh kata sandi rumit atau dompet digital - cukup selembar kartu plastik biasa yang bisa digesek di kasir.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




