Robinhood Chain mencetak volume bursa terdesentralisasi (DEX) hingga $3 miliar pada minggu pertama peluncurannya. Angka ini sempat mendorong pendatang baru ini ke posisi ketiga dalam daftar DEX terbesar berdasarkan volume. Lonjakan transaksi ini langsung didorong oleh tren memecoin yang membanjiri jaringan sesaat setelah akses perdagangan dibuka untuk publik.
Salah satu token di jaringan ini, CASHCAT, membukukan nilai perdagangan sebesar $98 juta hanya dalam waktu satu hari. Jumlah ini menyumbang 17% dari total volume harian Robinhood Chain. Tapi angka miliaran dolar ini punya satu celah penting. Robinhood menanggung penuh subsidi biaya gas selama 90 hari pertama sejak peluncuran. Tanpa ongkos transaksi, volume jumbo yang tercatat saat ini belum mencerminkan tingkat permintaan organik dari pasar.
Kerentanan volume ini langsung terlihat di lapangan. Begitu likuiditas awal keluar dari platform peluncurannya, nilai token CASHCAT jatuh 33% hanya dalam tempo 24 jam. Kejatuhan ini membuktikan betapa rentannya angka transaksi yang bertumpu pada spekulasi aset kecil.
Kesenjangan 27 Kali Lipat di Papan Skor
Ketika diukur dengan metrik utama industri, jarak antara pendatang baru ini dan pemain mapan masih membentang lebar. Solana mengamankan Total Value Locked (TVL) sekitar $4,93 miliar. Sebagai perbandingan, Robinhood Chain baru menampung nilai TVL sebesar $185 juta. Ini berarti Solana unggul telak 27 kali lipat dalam hal aset yang menetap di jaringannya. Perbedaan skala ini makin kentara pada jumlah dompet yang bertransaksi setiap harinya, di mana Solana memimpin dengan selisih jutaan pengguna aktif.
Kenapa Mereka Sebenarnya Tidak Bersaing?
Banyak pengamat sering membandingkan kedua jaringan ini berhadapan, padahal arah fokus utama mereka berbeda. Alih-alih bertarung langsung dengan Solana di arena DeFi murni, Robinhood Chain mengarahkan infrastrukturnya untuk menampung pasar tokenisasi saham dan aset dunia nyata (RWA).
📌 Baca JugaDua Wallet Baru Jual 72 Bitcoin Demi Pasang Long $22 Juta di Ethereum - Taruhan Berbahaya Lewat Leverage 20x
Senjata utama Robinhood justru terletak pada jalur distribusinya. Perusahaan pialang ini menguasai akses langsung ke 28 juta nasabah yang tersebar di 38 negara. Nilai tambahnya: jutaan akun ritel ini berstatus sudah didanai dan siap dipakai bertransaksi kapan saja. Distribusi masif yang sudah jadi ini belum dimiliki oleh jaringan lapisan pertama asli kripto mana pun hingga saat ini.
Bagi pedagang kripto, metrik minggu pertama ini sekadar pemanasan yang ditopang subsidi biaya. Ujian sesungguhnya atas kelangsungan ekosistem ini baru tiba ketika masa gratis habis, memaksa pembuktian apakah puluhan juta pengguna ritel itu mau mengubah cara mereka berinvestasi saham ke bentuk token, atau membiarkan platform ini kembali sepi.
Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




