Regulator keuangan Amerika Serikat resmi melewatkan tenggat 18 Juli 2026. Ini adalah batas akhir yang ditetapkan untuk menyelesaikan seluruh aturan implementasi GENIUS Act, undang-undang stablecoin yang ditandatangani oleh Donald Trump tepat setahun lalu.
Kegagalan memenuhi batas waktu ini bukan berarti implementasinya ikut tertunda.
Banyak Proposal, Belum Ada yang Final
Masalah utama yang terjadi saat ini adalah mandeknya proses pengesahan di berbagai tingkat lembaga negara. Office of the Comptroller of the Currency (OCC) sebenarnya sudah mengambil langkah awal dengan merilis proposal aturan utama pada bulan Februari 2026. Dokumen ini mengatur hal-hal vital bagi operasional penerbit stablecoin, mulai dari aset cadangan, mekanisme penukaran, modal dasar, syarat likuiditas, pedoman kustodi, hingga standar manajemen risiko. Namun, sampai tenggat utama terlewati, draf lengkap ini tak kunjung disahkan menjadi aturan final.
Situasi serupa berulang di lembaga pengawas lain. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) baru merilis kerangka kerja mereka pada April 2026 khusus untuk penerbit stablecoin yang beroperasi di bawah pengawasan FDIC. Dokumen rancangan ini juga belum selesai. Sementara itu, institusi seperti National Credit Union Administration (NCUA) masih tertahan dalam tahap proses konsultasi, bahkan ketika hari batas akhir sudah di depan mata.
Urusan teknis terkait pengenalan nasabah (KYC) dan pencegahan pencucian uang (AML) justru memakan waktu lebih lama. Periode pengumpulan komentar publik untuk aturan identifikasi pelanggan bagi para penerbit stablecoin terpaksa berlanjut melampaui batas 18 Juli. Di sudut lain, Treasury Department sudah merilis aturan kepatuhan AML dan panduan sanksi yang berdiri sendiri pada bulan April, berbarengan dengan langkah FDIC yang lagi-lagi mengeluarkan proposal terpisah untuk urusan serupa.
Melihat banyaknya draf dari lembaga yang saling tumpang tindih ini, kelompok perbankan besar sebelumnya sudah menyuarakan tuntutan kepada pihak regulator. Mereka mendesak agar seluruh institusi mengoordinasikan berbagai proposal turunan GENIUS Act ini sebelum mengetok palu pengesahan akhir, untuk mencegah adanya celah hukum atau aturan yang saling bertabrakan di kemudian hari.
📌 Baca Juga10 Proposal Aturan AS Menggantung Setelah Setahun - Peluang Regulasi Stablecoin Susut Jadi 50%
Tanggal Berlaku Tetap Mengikat Industri
Batas waktu penyusunan aturan yang terlewat tidak otomatis menunda tanggal efektif berlakunya GENIUS Act di lapangan. Undang-undang ini tetap dijadwalkan mulai mengikat para pelaku industri stablecoin pada tanggal 18 Januari 2027. Artinya, waktu yang tersisa tinggal persis enam bulan sejak tenggat bulan Juli terlewat.
Kondisi ini memaksa setiap entitas penerbit stablecoin untuk mulai mempersiapkan sistem kerangka kepatuhan federal mereka dari sekarang. Beban operasional mereka jelas bertambah karena berbagai persyaratan detail dari sekian proposal yang ada saat ini masih bisa berubah kapan saja sebelum versi resminya dicetak.
Dampak molornya aturan ini juga merambat ke tingkat daerah. Negara bagian New York saat ini sedang berupaya menyelaraskan kerangka undang-undang stablecoin lokal mereka dengan sistem federal sebagai langkah persiapan awal menuju sertifikasi GENIUS Act. Sayangnya, inisiatif ini pun tertahan karena kerangka sertifikasi negara bagian yang diusulkan oleh Treasury pada bulan April lalu nyatanya juga belum mengambil wujud final.
Perusahaan penerbit kini hanya bisa bersiap menebak dalam gelap. Mereka harus membangun ulang sistem kepatuhan untuk undang-undang yang sudah pasti akan menjerat mereka pada Januari nanti, tanpa tahu persis bentuk rincian aturan mainnya. Dilansir dari crypto.news.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




