📅 Minggu, 26 Juli 2026 · --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem
ID
Robinhood Jajaki Kongsi Pasar Prediksi dengan Crypto.com - Taruhannya Segmen Baru $1 Triliun

Robinhood Jajaki Kongsi Pasar Prediksi dengan Crypto.com - Taruhannya Segmen Baru $1 Triliun

📚 Istilah di Artikel Ini:

Menurut laporan Wall Street Journal pada Jumat lalu, Robinhood kini sedang dalam pembicaraan dengan Crypto.com. Tujuannya adalah memperluas layanan pasar prediksi di platform mereka, dengan rencana menempatkan kontrak kejadian berformat “ya atau tidak” yang disuplai langsung oleh platform bursa kripto itu.

Ini bukan langkah perdana Robinhood di ranah tebak peluang. Perusahaan broker ritel ini sudah resmi meluncurkan hub pasar prediksi mereka sejak Maret 2025. Awalnya mereka menggandeng platform Kalshi agar sejalan dengan kerangka aturan dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC), sebelum akhirnya memutuskan beralih memakai jasa ForecastEx dan Rotella. Ekspansi tambahan bersama Crypto.com kelak akan menambah variasi produk aplikasi Robinhood, memisahkan mereka lebih jauh dari sekadar penyedia layanan perdagangan saham dan aset kripto konvensional.

Pilihan menggandeng Crypto.com memiliki pijakan hukum yang jelas. Platform bursa ini sebelumnya sudah berhasil mengantongi piagam kepercayaan nasional (national trust charter) dari Kantor Pengawas Mata Uang AS atau OCC. Bekal kepemilikan izin dari otoritas federal ini merupakan modal krusial untuk menembus pasar Amerika Serikat, mengingat lanskap aturan untuk produk kontrak kejadian masih dipenuhi berbagai ketidakpastian hukum.

Incar $1 Triliun di Tengah Perang Yurisdiksi

Pasar yang sedang diincar ini memendam prospek nilai yang masif. Analis dari firma riset Bernstein pada bulan April lalu memproyeksikan volume pasar prediksi global berpotensi tembus hingga $1 triliun pada tahun 2030 mendatang. Namun, setiap perusahaan yang memutuskan memperebutkan pangsa pasar ini harus siap berhadapan dengan tembok persoalan yurisdiksi AS yang rumit.

Hingga hari ini, CFTC tetap bersikeras mengklaim bahwa mereka adalah lembaga yang memiliki yurisdiksi eksklusif atas produk-produk kontrak kejadian yang beredar. Posisi ini memicu ketegangan hukum berkepanjangan dengan otoritas perjudian di level pemerintah daerah. Banyak negara bagian AS menolak tunduk dan aktif melayangkan rentetan gugatan hukum demi memblokir atau membatasi aktivitas entitas penyedia pasar prediksi di dalam batas wilayah mereka.

Ripple Kucurkan $4 Miliar Beli 6 Perusahaan dalam 3 Tahun - Tanpa Izin Resmi Kini Jalankan Operasi Bank Penuh📌 Baca JugaRipple Kucurkan $4 Miliar Beli 6 Perusahaan dalam 3 Tahun - Tanpa Izin Resmi Kini Jalankan Operasi Bank Penuh

Bagi manajemen Robinhood, inisiatif ini berarti satu hal: memburu ceruk pasar potensial bernilai triliunan dolar sambil berkelit dari sengketa hukum antara otoritas federal dan lokal. Dan bagi pengguna ritel, risikonya kini bertambah satu: bukan cuma tebakan kontrak kejadian mereka yang bisa meleset, tapi platform tempat mereka bertaruh bisa saja mendadak dilarang beroperasi oleh pemerintah negara bagian masing-masing.

Dilansir dari Cointelegraph.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
📩 KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share