Rusia resmi mengaktifkan undang-undang pasar kripto pada 1 September 2026, dan bank terbesarnya langsung bergerak cepat. Sber berencana memperluas daftar aset kripto yang bisa digunakan sebagai agunan pinjaman dengan memasukkan USDT dan Ether ke dalam sistem mereka, menemani Bitcoin. Undang-undang yang diteken Presiden Vladimir Putin pada 4 Agustus lalu itu memberi landasan hukum baru bagi sektor perbankan untuk bersinggungan langsung dengan aset digital asing.
Menurut laporan TASS pada Jumat, Wakil Ketua Sber Anatoly Popov mengumumkan rencana perluasan jaminan kripto itu ke publik. Rencana ini tinggal menunggu izin dari Bank of Russia untuk memperdagangkan aset kripto luar negeri itu di bursa publik.
Bank of Russia sendiri sebelumnya sudah menunjukkan sikap terbuka. Pada 11 Agustus lalu, bank sentral itu mengusulkan agar Bitcoin, Ether, dan USDT bisa diperdagangkan di bursa yang terregulasi. Bank sentral mematok tiga syarat mutlak untuk aset yang bisa masuk: kapitalisasi pasar yang memadai, volume perdagangan yang tinggi, serta rekam jejak riwayat harga minimal lima tahun di pasar luar negeri.
Beda Nasib Kripto dan Rubel Digital
Di tengah dukungan kuat untuk kripto swasta, ada satu instrumen keuangan yang justru dipandang sebelah mata oleh Sber: rubel digital. Chief Financial Officer Sber, Taras Skvortsov, melontarkan kritik terbuka terhadap proyek Central Bank Digital Currency racikan bank sentral mereka.
“Saya tidak melihat minat yang jelas terhadap instrumen ini, selain dari bank sentral sendiri,” kata Skvortsov menanggapi prospek penggunaan rubel digital. Pernyataan terang-terangan ini menegaskan pemisah yang jelas antara aset yang diinginkan pasar dan aset yang didorong pemerintah.
Kondisi internal Sber mengonfirmasi apatisme pasar itu. Manajemen bank menyatakan klien ritel, klien korporat, maupun institusi keuangan belum aktif mendorong adopsi rubel digital. Tidak ada permintaan organik dari nasabah yang memaksa bank mempercepat integrasi CBDC ke layanan harian mereka.
๐ Baca JugaAturan Denda Kripto Vietnam Berlaku 1 September - Tapi 5 Kandidat Bursa Resminya Baru Lolos Tahap Awal
Realita Pasar Mengalahkan Ambisi Negara
Sikap kontras Sber menyoroti dinamika nyata di sektor keuangan Rusia hari ini. Industri perbankan antusias merangkul kripto arus utama seperti USDT dan Ether begitu aturan mainnya berlaku bulan depan. Di ujung lain, proyek prioritas bank sentral diabaikan karena memang tidak ada kebutuhan riil dari nasabah.
Bagi warga dan pebisnis Rusia, tanggal 1 September menjadi babak baru. Pasar akan melihat langsung apakah perbankan mampu menyerap likuiditas kripto warga melalui skema pinjaman ini, atau rubel digital terpaksa disuntikkan paksa untuk menyaingi dominasi USDT di lapangan.
Dilansir dari Cointelegraph.
Sebelumnya: Sberbank Rusia Siap Terima Agunan Pinjaman Ethereum dan USDT - Asal Lolos Izin Bank Sentral
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




